Polisi: Sebelum Meninggal, Lula Lahfah Terdengar Mengerang Kesakitan

Lula Lahfah. Foto: Instagram @lulalahfah.

Polisi: Sebelum Meninggal, Lula Lahfah Terdengar Mengerang Kesakitan

Fachri Audhia Hafiez • 26 January 2026 22:02

Jakarta: Polda Metro Jaya membeberkan fakta baru terkait kematian selebgram Lula Lahfah di Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan saksi, sempat terdengar suara erangan kesakitan dari dalam kamar korban beberapa jam sebelum ditemukan meninggal dunia pada Jumat, 23 Januari 2026.

"Sekitar (Kamis) jam 10.00 WIB malam masuk kamar, terus (Jumat) jam 02.00 WIB dini hari, ART mendengar dia (Lula) kayak kesakitan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, dilansir dari Antara, Senin, 26 Januari 2026.
 


Budi menjelaskan bahwa suara tersebut diduga berkaitan dengan kondisi kesehatan korban yang belum stabil. Lula diketahui baru saja menjalani prosedur medis dan memiliki riwayat penyakit kronis.

"Karena kan korban atau almarhum itu habis operasi batu ginjal ya, tanggalnya lagi dicek ke RS, habis operasi batu ginjal, sama asam lambung akut," jelas Budi.

Kecurigaan muncul saat asisten rumah tangga (ART) mencoba mengetuk pintu kamar Lula pada pagi hari namun tidak mendapat respons. Karena hingga sore hari korban tak kunjung keluar, ART akhirnya melapor ke pihak keamanan apartemen untuk melakukan pengecekan paksa.

"ART lapor ke sekuriti karena belum bisa ada yang memastikan, disitu sampai siang belum bangun juga, sore akhirnya lapor ke sekuriti," tambah Budi.


Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermato saat ditemui di Mapolda Metro Jaya. Foto: ANTARA/Ilham Kausar.

Setelah mendapat izin keluarga, petugas keamanan mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam. Jasad Lula ditemukan pada pukul 18.44 WIB. Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal di RS Fatmawati.

"Belum (ada penyebab pasti), tapi yang jelas pemeriksaan luar dokter di Rumah Sakit Fatmawati, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan," tegas Budi.

Di lokasi kejadian, tepatnya di lantai 25 apartemen tersebut, penyidik menemukan sejumlah barang bukti medis. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban sedang dalam masa pemulihan kesehatan sebelum mengembuskan napas terakhir.

"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," ungkap Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih saat dikonfirmasi secara terpisah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)