Perwakilan Al-Bait Guest selaku penyedia layanan jemaah haji Indonesia, Osama Abulola. Metro TV/Muhammad Alvi Randa.
Aktivasi Kartu Nusuk Jemaah Haji Pertama Kali Dilakukan di Jakarta
Muhammad Alvi Randa • 21 April 2026 17:07
Jakarta: Kementerian Haji Arab Saudi menerapkan kebijakan operasional baru pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Untuk pertama kalinya, proses aktivasi kartu Nusuk bagi jemaah calon haji asal Indonesia dilakukan langsung di negara asal bukan setiba di Tanah Suci.
Perwakilan Al-Bait Guest selaku penyedia layanan jemaah haji Indonesia, Osama Abulola, membenarkan perubahan skema tersebut. Ia menjelaskan fisik kartu Nusuk didatangkan langsung dari Arab Saudi ke Jakarta untuk diintegrasikan dengan data jemaah sebelum keberangkatan.
Secara teknis, proses aktivasi dilakukan secara sistematis berdasarkan pembagian klaster kelompok terbang (kloter) jemaah. Pihak penyelenggara melakukan verifikasi ketat untuk memastikan data pada kartu sinkron dengan identitas resmi.
"Setelah aktivasi per klaster, kami memastikan setiap orang dengan paspornya memiliki nama yang sama. Lalu kami aktifkan langsung melalui sistem aplikasi di Arab Saudi," ujar Osama.

Ratusan jemaah tiba di asrama haji Jakarta Pondok Gede. Foto: Metro TV/ Muhammad Alvi Randa.
Kartu Nusuk memegang peranan krusial dan menjadi identitas wajib selama penyelenggaraan ibadah haji. Osama menegaskan fungsi kartu tersebut setara dengan paspor khusus ibadah bagi para jemaah Indonesia di Arab Saudi. Tanpa kartu Nusuk yang aktif, jemaah dipastikan tidak akan memiliki akses untuk memasuki kawasan-kawasan vital peribadatan.
"Nusuk digunakan untuk masuk ke Makkah, Madinah, Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi. Kartu ini juga wajib untuk masuk ke area Mashaer, yaitu Mina, Muzdalifah, dan Arafah. Jadi, jemaah mutlak harus memakai kartu Nusuk" ungkap Osama.