RSUD Torabelo Masih Rawat Korban Gempa Sigi di Tenda Darurat

Sejumlah pasien Tengah dirawat didalam tenda darurat sepekan sepekan pascagsmpa bumi di RSUD Torabelo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu, 24 Juni 2026. ANTARA/Muhammad Izfaldi

RSUD Torabelo Masih Rawat Korban Gempa Sigi di Tenda Darurat

Silvana Febiari • 24 June 2026 17:02

Sigi: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Torabelo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih melakukan perawatan pasien di tenda darurat pasca-gempa bumi. Pelayanan kesehatan di tenda darurat masih terus berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan.

"Pelayanan di tenda darurat masih terus berlangsung hingga waktu yang tidak ditentukan atau menunggu hasil koordinasi antara Pemkab Sigi, BMKG dan BNPB," kata Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Torabelo Sigi, dr. Marannu C. Sambo, dilansir dari Antara, Rabu, 24 Juni 2026. 

Ia mengungkapkan langkah tersebut diambil untuk menjamin keselamatan pasien, keluarga pasien, dan petugas medis. Kebijakan itu diberlakukan karena aktivitas gempa susulan di Kabupaten Sigi masih cukup masif dan berpotensi menimbulkan risiko.
 


"Berdasarkan hasil koordinasi pihak manajemen rumah sakit dengan tim pemeliharaan sarana dan prasarana bahwa terdapat kerusakan pada dua gedung perawatan pasien," ucapnya.

Menurut dia, hingga saat ini pasien yang masih dilakukan perawatan di tenda darurat merupakan pasien dengan penyakit umum seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia) dengan jumlah tidak lebih dari 20 orang pasien.

"Pihak RSUD Torabelo Sigi masih menunggu pemeriksaan gedung lanjutan untuk menentukan kelayakan gedung," sebutnya.

Ia menuturkan pasien yang menjadi korban terdampak langsung gempa bumi dan mengalami patah tulang telah dirujuk ke RSUD Undata. Langkah tersebut dilakukan agar pasien mendapatkan penanganan dan pemantauan lebih lanjut dari dokter ortopedi.

"Kalau pasien dengan luka ringan atau mengalami trauma gempa bumi tersisa satu orang yang masih dalam proses pemulihan," ungkap dia.


ILUSTRASI - Kondisi korban gempa bumi yang dirawat di tenda depan RSUD Torabelo Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). ANTARA/Moh Salam


dr. Marannu menyebutkan pelayanan kesehatan di RSUD Torabelo Sigi tetap berjalan secara normal dengan pengawasan ketat dari tenaga medis dan manajemen rumah sakit.

"Kondisi pasien lainnya dilaporkan dalam keadaan aman, saat ini dirawat di tenda itu ada 10 orang pasien yang dirawat di ruang perawatan bedah pasien korban gempa dan pasien biasa yang memang kontrol perawatan bedah," ujarnya.

Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi hingga pukul 18.00 WITA, Selasa, 23 Juni 2026,  gempa telah menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 3.032 rumah warga. Rinciannya, terdiri atas 1.959 rumah rusak ringan, 796 rumah rusak sedang, dan 277 rumah rusak berat.

Untuk korban luka berat terdapat 14 orang dan luka ringan 78 orang. Sementara tiga warga lainnya meninggal dunia.

(Silvana Febiari)