Rupiah Ditutup ke Rp17.762/USD Sore Ini

Ilustrasi rupiah. Metrototvnews.com/Husen Miftahudin

Rupiah Ditutup ke Rp17.762/USD Sore Ini

Eko Nordiansyah • 17 June 2026 16:35

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan terhadap dolar AS sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 17 Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.762 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 37 poin atau setara 0,21 persen dari posisi Rp17.725 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.730 per USD. Rupiah juga melemah sebanyak 15 poin atau setara 0,08 persen dari Rp17.715 per USD di penutupan perdagangan sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.753 per USD. Rupiah turun dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.719 per USD.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Rupiah tertekan faktor internal dan eksternal

Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan, melemahnya rupiah dipengaruhi faktor eksternal dan faktor internal. Di luar negeri, pelemahan rupiah didukung optimisme seputar kesepakatan AS-Iran yang bertujuan untuk mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.

Di luar perkembangan geopolitik Timur Tengah, perhatian investor kini beralih ke keputusan kebijakan moneter pertama Federal Reserve di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya, namun pasar akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru dan arah kebijakan ke depan.

"Pasar sangat sensitif terhadap sinyal apa pun tentang apakah para pembuat kebijakan masih melihat ruang untuk pelonggaran di akhir tahun ini," kata Ibrahim.

Sedangkan di dalam negeri perhatian pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. RDG disebut menjadi penting usai BI menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen melalui RDG Mingguan.

"Dengan demikian, dalam beberapa waktu terakhir BI telah mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut menjadi perhatian pasar, terutama karena rupiah sebelumnya sempat mengalami tekanan cukup besar terhadap dolar AS," lanjut dia.

(Eko Nordiansyah)