Jalan Tol, Ilustrasi. Dok Jasa Marga.
Sering Diterapkan Saat Mudik, Ini Bedanya Sistem One Way dan Contraflow
Putri Purnama Sari • 18 March 2026 14:59
Jakarta: Setiap tahun, saat musim mudik Lebaran, pemerintah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan di jalan tol.
Dua skema yang paling sering diterapkan adalah sistem one way dan contraflow. Keduanya sama-sama bertujuan memperlancar arus kendaraan, namun memiliki perbedaan dalam penerapannya. Berikut adalah penjelasannya:
1. One Way (Sistem Satu Arah)
One way merupakan rekayasa lalu lintas di mana seluruh jalur tol difungsikan hanya untuk satu arah perjalanan. Saat sistem ini diberlakukan, semua lajur digunakan untuk kendaraan yang menuju arah tertentu, misalnya ke arah luar kota saat arus mudik atau kembali ke Jakarta saat arus balik. Dengan demikian, kendaraan dari arah sebaliknya tidak dapat melintas di jalur tersebut.Penerapan one way biasanya dilakukan di ruas tol utama seperti Tol Trans Jawa dan Tol Cipali. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas jalan ke satu arah sehingga arus kendaraan menjadi lebih lancar dan kemacetan dapat diminimalkan.
Namun, sistem ini juga memiliki konsekuensi. Pengendara yang ingin menuju arah berlawanan harus mencari jalur alternatif atau menunggu hingga rekayasa lalu lintas berakhir. Oleh karena itu, penting bagi pemudik untuk selalu memperbarui informasi sebelum berangkat.

Ilustrasi mudik lebaran. MI/Ramdani
Jadwal dan Lokasi One Way
1. Arus Mudik
- Ruas tol Jakarta-Cikampek KM 70 sampai dengan Semarang-Solo KM 421
- Berlaku pada Selasa, 17 Maret 2026 (12.00 WIB) - Jumat, 20 Maret 2026 (24.00 WIB)
- Ruas Tol Semarang-Solo KM 421 sampai dengan Jakarta-Cikampek KM 70
- Berlaku pada Senin, 23 Maret 2026 (12.00 WIB) - Minggu, 29 Maret 2026 (24.00 WIB)
2. Contraflow (Lawan Arus Terbatas)
Berbeda dengan one way, contraflow merupakan rekayasa lalu lintas dengan memanfaatkan sebagian lajur dari arah berlawanan untuk membantu mengurai kepadatan.Dalam sistem ini, hanya beberapa lajur yang dialihkan, sementara jalur lainnya tetap digunakan oleh kendaraan dari arah normal. Artinya, kendaraan dari dua arah masih bisa melintas secara bersamaan dengan pengaturan khusus dari petugas di lapangan.
Contraflow umumnya diterapkan di ruas tol yang mengalami kepadatan tinggi, seperti Tol Jakarta-Cikampek. Sistem ini dinilai lebih fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kondisi lalu lintas tanpa harus menutup jalur sepenuhnya.
Meski begitu, risiko kecelakaan pada jalur contraflow cenderung lebih tinggi karena kendaraan dari dua arah berada dalam satu area tanpa pembatas fisik yang kuat. Untuk itu, kecepatan kendaraan biasanya dibatasi guna menjaga keselamatan.
Jadwal dan Lokasi Contra Flow
Sistem contra flow akan diterapkan di ruas Tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), dengan jadwal sebagai berikut:
1. Arus Mudik (Tol Jakarta-Cikampek KM 47-KM 70)
- Gelombang 1: Selasa, 17 Maret (14.00 WIB) - Jumat, 20 Maret (24.00 WIB)
- Gelombang 2: Sabtu, 21 Maret (12.00-20.00 WIB) dan Minggu, 22 Maret (09.00-18.00 WIB).
- Tol Jakarta–Cikampek (KM 70 – KM 47): Senin, 23 Maret (14.00 WIB) sd Minggu, 29 Maret (24.00 WIB).
- Tol Jagorawi KM 21 (Gunung Putri) sampai dengan KM 8 (Cipayung): Selasa, 24 Maret (14.00-19.00 WIB) sd Minggu (14.00-19.00 WIB).
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com