Petugas menyiapkan bahan semai untuk ditebar di langit Jakarta. Foto: Antara.
Modifikasi Cuaca Hari Keenam, BPBD DKI Tebar 2,4 Ton Garam dan Kalsium Oksida
Anggi Tondi Martaon • 21 January 2026 22:57
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, kembali melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC). Kali ini, 2,4 ton bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) pada hari keenam OMC.
"Operasi modifikasi cuaca dilaksanakan berdasarkan pemantauan dan analisis meteorologi secara berkelanjutan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Mohamad Yohan dikutip dari Antara, Rabu, 21 Januari 2026.
Yohan mengatakan bahwa pelaksanaan OMC pada hari keenam ini adalah langkah mitigasi untuk menghadapi cuaca ekstrem. Serta, mengurangi potensi bencana hidrometeorologi di DKI Jakarta dan sekitarnya.
Menurut dia, pelaksanaan OMC hari keenam dilakukan melalui tiga kali penerbangan pesawat CASSA 212 A-2105 yang berpangkalan di Bandara Halim Perdanakusuma.
"Penyemaian menggunakan 800 kilogram NaCl dengan tujuan meluruhkan awan hujan yang bergerak menuju daratan Jabodetabek agar presipitasi terkonsentrasi di perairan," ungkap Yohan.
Penerbangan kedua lanjut Yohan, dilaksanakan pada siang hari dengan area semai di atas perairan Selat Sunda pada radial 250–300 dan jarak 80–110 mil laut dari Halim. Penerbangan dilakukan pada ketinggian 8.000–12.000 kaki dengan bahan semai NaCl sebanyak 800 kilogram.
"Ini bertujuan untuk mengendalikan pertumbuhan awan hujan di wilayah perairan barat agar hujan tidak terkonsentrasi di daratan Jakarta," sebut Yohan.
.jpg)
Ilustrasi operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto: BNPB.
Selanjutnya, penerbangan ketiga difokuskan pada wilayah di atas Kabupaten Bekasi. Penyemaian dilakukan pada ketinggian 5.000–7.000 kaki dengan menggunakan 800 kilogram kalsium oksida (CaO).
Upaya tersebut ditujukan untuk menekan intensitas awan hujan di wilayah timur yang berpotensi mempengaruhi kondisi cuaca di DKI Jakarta.
Sementara itu, Deputi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyampaikan bahwa kondisi atmosfer pada Rabu ini menunjukkan potensi cuaca yang lebih ekstrem.
"Hari ini, 21 Januari, prediksi cuaca lebih ekstrem dibandingkan tanggal 12 dan 18 Januari lalu pada saat terjadinya banjir di Jakarta," katanya.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca ke depan, risiko masih berada pada kategori menengah sehingga pelaksanaan OMC sementara direncanakan hingga 22 Januari 2026.