Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, Intip Strategi Anggaran dari Pramono

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Adinda Vinka.

Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, Intip Strategi Anggaran dari Pramono

Cony Brilliana • 21 January 2026 15:20

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmen penuh dalam menangani dampak cuaca ekstrem dan ancaman banjir melalui kesiapan anggaran serta penguatan infrastruktur. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan seluruh kebutuhan prioritas, mulai dari normalisasi sungai hingga pengadaan pompa, tidak akan mengalami pengurangan anggaran demi menjamin keselamatan warga.

“Saya menegaskan bahwa tidak ada pengurangan karena bagaimanapun Jakarta dalam hal penanganan untuk menangani cuaca buruk ini harus dipersiapkan secara baik,” ungkap Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
 


Pramono menjelaskan bahwa situasi cuaca saat ini sangat menantang, sehingga diperlukan langkah-langkah yang luar biasa. Salah satu terobosan yang diambil adalah memperpanjang durasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga satu bulan penuh, sebuah kebijakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya demi menghalau awan hujan ekstrem di langit Ibu Kota.

“Baru kali ini sebenarnya hal yang berkaitan dengan modifikasi cuaca operasi modifikasi cuaca itu anggarannya dipersiapkan sampai dengan satu bulan penuh, biasanya hanya satu, dua, tiga hari, karena ini memang cuaca ini lagi ekstrem sekali,” jelas Pramono.

Menurut Pramono, meskipun curah hujan ekstrem di atas 250 milimeter sempat memicu genangan pada akhir pekan lalu, kesiapan infrastruktur pompa stasioner maupun mobile terbukti efektif mempercepat surutnya air. Ia menilai keberadaan pompa menjadi faktor kunci, terutama saat fenomena rob melanda pesisir utara Jakarta yang menghambat aliran air ke laut.


Ilustrasi cuaca buruk. Foto: Dok. Medcom.id.

Selain modifikasi cuaca dan sistem pemompaan, Pemprov DKI terus memperkuat sistem pengendalian banjir jangka panjang. Hal ini mencakup kelanjutan proyek normalisasi sungai, pembangunan tanggul pantai, hingga proyek pengendalian rob untuk mengadaptasi perubahan iklim global.

Langkah-langkah strategis ini disusun berdasarkan data dan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pemprov DKI Jakarta memastikan akan terus memantau situasi secara real-time untuk meminimalisir risiko bencana di seluruh wilayah Jakarta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)