Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah). Foto: Metro TV/Ardhan Anugrah.
Pramono: Kebijakan WFH Tergantung Intensitas Hujan dan Kondisi Lapangan
Cony Brilliana • 21 January 2026 15:07
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan skema bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) sebagai langkah darurat menghadapi cuaca ekstrem. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa kebijakan ini akan diambil secara situasional dengan memantau intensitas hujan dan potensi genangan yang dapat melumpuhkan aktivitas mobilitas warga.
“Kalau memang akan terulang kembali dan mudah-mudahan tidak ya karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu, Minggu kebetulan kan lagi libur panjang sehingga tidak memerlukan work from home, tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home terutama untuk anak-anak didik kita,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Pramono menjelaskan, meski banjir besar sempat melanda Jakarta pada akhir pekan lalu, kebijakan WFH belum diperlukan karena bertepatan dengan masa libur. Namun, jika indikasi banjir serupa muncul pada hari efektif kerja, Pemprov DKI tidak akan ragu memberlakukan kebijakan nonfisik tersebut demi keselamatan masyarakat, khususnya pelajar.
Selain kesiapan kebijakan administratif, Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga telah menyiagakan standar operasional prosedur (SOP) khusus di lapangan. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan hal ini dilakukan untuk mencegah kendaraan warga terjebak di tengah kepungan banjir melalui rekayasa lalu lintas yang cepat.
.jpg)
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Dok. Antara.
“Untuk penanganan pada saat banjir kami sudah memiliki SOP dimana pada saat terjadinya banjir ataupun genangan petugas wajib melakukan rekayasa lalu lintas untuk bisa melakukan pengaturan dengan mengecek ketinggian air sehingga kendaraan yang akan melintas itu bisa diatur untuk tidak terjebak di tengah-tengah banjir,” kata Syafrin.
Pemprov DKI memastikan akan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca secara real-time. Langkah antisipatif ini diambil agar gangguan aktivitas ekonomi dan pendidikan akibat cuaca ekstrem di Jakarta dapat diminimalisir.