Pramono Ungkap APBD Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (ketiga dari kiri) dalam pemaparan realisasi APBD Jakarta. Metrotvnews.com/Cony

Pramono Ungkap APBD Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun

Cony Brilliana • 21 January 2026 14:55

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 surplus sebesar Rp3,89 triliun. Laporan ini menunjukkan kondisi fiskal Jakarta tetap terjaga dan mampu menopang pelaksanaan program pembangunan serta pelayanan publik.

Berdasarkan data realisasi hingga 31 Desember 2025, pendapatan daerah DKI Jakarta mencapai Rp79,94 triliun dari target APBD perubahan sebesar Rp84,45 triliun atau terealisasi 94,65 persen. Belanja daerah terealisasi Rp76,25 triliun dari pagu Rp85,98 triliun. Dengan capaian itu, Pemprov DKI mencatatkan surplus sebesar Rp3,89 triliun.

“Pembiayaan daerah tercatat Rp1,89 triliun, silpa pada Desember 2025 Rp5,78 triliun, dengan surplus anggaran sebesar Rp3,89 triliun,” ungkap Pramono, dalam pemaparan realisasi APBD, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Pramono menyebut surplus anggaran ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi Jakarta yang relatif stabil sepanjang 2025. Inflasi Jakarta tercatat 2,63 persen, lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 2,92 persen, dengan indeks keyakinan konsumen berada di level tinggi, yakni 145,33 pada Desember 2025.

Selain itu, realisasi investasi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp270,9 triliun, menjadi indikator kuatnya kepercayaan investor terhadap Jakarta.

“Selangkah dan capaian tersebut menunjukkan bahwa struktur ekonomi Jakarta berada dalam kondisi yang solid dan menjadi penopang utama bagi perlanjutan program-program yang sudah disusun, program prioritas pembangunan yang ada di kota Jakarta." ujar dia.
 

Baca Juga: 

Pram Pastikan Anggaran Antisipasi Banjir di Jakarta Tak Dipangkas



Balai Kota Jakarta ilustrasi. Foto- MI/Arya Manggala

Surplus APBD 2025 juga ditopang kinerja belanja yang terkontrol serta optimalisasi pendapatan daerah. Pendapatan tidak hanya bersumber dari pajak dan retribusi, tetapi dari pemanfaatan aset daerah yang nilainya mencapai Rp448 triliun.

Pemprov DKI menegaskan surplus dan silpa tersebut menjadi ruang fiskal untuk menjaga kesinambungan program prioritas, perlindungan sosial, serta stabilitas ekonomi Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan kota global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)