Ilustrasi ibadah haji. Foto: dok Istimewa.
BPKH Diminta Antisipasi soal Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Pembiayaan Haji
Husen Miftahudin • 23 January 2026 23:11
Jakarta: Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Muhamad Abdul Azis Sefudin meminta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global terhadap pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, khususnya akibat fluktuasi nilai tukar rupiah. Sebab, dinamika geopolitik global turut berdampak pada stabilitas ekonomi nasional.
"Adanya kondisi geopolitik yang panas di belahan dunia lainnya seperti penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat, perang Rusia-Ukraina yang belum usai, serta persoalan di wilayah Greenland. Tentunya kondisi ini juga harus diantisipasi karena berpengaruh terhadap kondisi ketidakpastian nilai tukar rupiah terhadap dolar," kata Azis, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.
Bukan tanpa alasan, Anggota Komisi VIII DPR RI itu menjelaskan fluktuasi nilai tukar rupiah berpengaruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji karena pembayaran haji menggunakan tiga mata uang yang terdampak apabila terjadi ketidakpastian ekonomi global.
"Nilai tukar rupiah hari ini sudah mendekati Rp17 ribu per USD. Ini sangat berpengaruh karena penyelenggaraan haji menggunakan pembayaran dengan tiga mata uang, yakni rupiah, SAR, dan dolar," tegas Azis.
| Baca juga: Rupiah Nyaris Rp17.000, Kementerian Haji Jamin Biaya Ibadah Terkendali |

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Siapkan mitigasi untuk jaga stabilitas pembiayaan
Menurut Azis, yang merupakan Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat III Kabupaten Cianjur–Kota Bogor tersebut menyatakan, pemerintah perlu menyiapkan mitigasi untuk menjaga stabilitas pembiayaan agar pelemahan rupiah tidak menjadi beban tambahan bagi jemaah haji.
"Nah bagaimana mitigasi kita untuk menjaga nilai rupiah dan tidak beban bagi jemaah kita," ucap Azis mengingatkan.