Dubes Rusia Beri Sinyal Pertukaran Tahanan Baru dengan Ukraina dalam Waktu Dekat

Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov saat ditemui awak media di kediamannya di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026. (Metrotvnews.com)

Dubes Rusia Beri Sinyal Pertukaran Tahanan Baru dengan Ukraina dalam Waktu Dekat

Muhammad Reyhansyah • 26 August 2026 15:17

Jakarta: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov mengatakan bahwa pemerintahannya kemungkinan akan menggelar pertukaran tahanan baru dengan Ukraina dalam waktu dekat. 

Dia menyebut pertukaran tahanan merupakan praktik yang lazim dilakukan kedua negara selama perang.

Dubes Tolchenov menyampaikan hal tersebut saat ditanya mengenai kabar persiapan pertukaran tahanan baru berskala besar antara Rusia dan Ukraina dalam press briefing di kediamannya di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

"Ya, ini memang terjadi dari waktu ke waktu. Jadi, jika hal serupa terjadi besok atau minggu depan, itu juga hal yang wajar," kata Dubes Tolchenov.

Menurut Dubes Tolchenov, Rusia dan Ukraina telah beberapa kali melakukan pertukaran tahanan, termasuk dalam jumlah besar. Dia menyebut sejumlah pertukaran melibatkan beberapa ratus orang dari masing-masing pihak.

"Kami sudah beberapa kali melakukan pertukaran, dengan beberapa ratus orang dari masing-masing pihak," ujarnya.

Dubes Tolchenov mengatakan pertukaran tahanan dalam proses Rusia-Ukraina juga beberapa kali melibatkan negara ketiga sebagai mediator. Dia menyebut Qatar dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah pernah berperan dalam proses tersebut.

Dubes Rusia itu kemudian menyinggung pertukaran terbaru yang disebutnya berlangsung melalui mediasi Presiden Belarus Alexander Lukashenko. Dalam pertukaran itu, masing-masing pihak membebaskan 10 orang.

Detail Pertukaran Tahanan

Meski membuka kemungkinan adanya pertukaran baru dalam waktu dekat, Dubes Tolchenov belum menyebut jumlah tahanan yang akan dibebaskan maupun waktu pelaksanaannya.

Dia juga tidak secara spesifik mengonfirmasi kabar mengenai persiapan pertukaran tahanan berskala besar yang sebelumnya diberitakan media Rusia.

Dubes Tolchenov hanya menegaskan bahwa pertukaran tahanan merupakan aktivitas yang sudah lazim dilakukan dalam proses Rusia-Ukraina dan kemungkinan dapat kembali berlangsung.

“Jadi, ini adalah aktivitas yang normal. Ya, jika sesuatu terjadi dalam waktu dekat, itu adalah hal yang biasa,” kata Dubes Tolchenov.

Sebelumnya, kantor berita pemerintah Rusia TASS melaporkan pada Rabu bahwa Rusia dan Ukraina sedang mempersiapkan pertukaran tahanan baru berskala besar. Pejabat dari kedua pihak disebut tengah memfinalisasi daftar orang yang akan dibebaskan.

Komisioner Hak Asasi Manusia Rusia Yana Lantratova mengatakan persiapan pertukaran tersebut sedang berlangsung. 

"Kami sedang mempersiapkan pertukaran yang cukup besar; daftar-daftarnya sedang difinalisasi," kata Lantratova kepada TASS, dikutip dari Anadolu.

Laporan tersebut muncul sepekan setelah Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran 206 tawanan pada 19 Agustus 2026. Masing-masing pihak menerima 103 prajurit dalam pertukaran yang berlangsung melalui mediasi Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga:  Zelensky Sebut Rusia Siap Mobilisasi 300 Ribu Pasukan Baru untuk Perang Ukraina

(Willy Haryono)