Ilustrasi Pexels
Solusi Sementara, WFH Jangan Jadi Solusi Tunggal Krisis BBM
Muhamad Marup • 31 March 2026 13:38
Surabaya: Pemerintah berencana menerapkan work from home (WFH) sebagai kebijakan dalam mengatasi krisis energi akibat adanya krisis Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Fatkur Huda, menilai WFH jangan menjadi solusi tunggal krisis energi.
"Kebijakan tersebut (WFH) perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi yang lebih luas, seperti penguatan ketahanan energi nasional, pengembangan energi terbarukan, peningkatan efisiensi sektor transportasi, serta percepatan digitalisasi aktivitas ekonomi," ujar Faktur, mengutip situs resmi UMSURA, Selasa, 31 Maret 2026.
"Penguatan sistem pemantauan kinerja digital, penetapan target kerja yang terukur, serta peningkatan disiplin dan tanggung jawab individu menjadi faktor kunci dalam menjaga produktivitas," ucapnya.
Dia menjelaskan, kebijakan WFH bertujuan menekan mobilitas harian masyarakat, khususnya perjalanan komuter. Dengan berkurangnya mobilitas, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) juga dapat ditekan.
Situasi tersebut, lanjut Faktur, berpotensi membantu mengendalikan tekanan terhadap anggaran negara, terutama yang berkaitan dengan subsidi energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.
"Maka, kebijakan WFH perlu dipahami bukan sekadar kebijakan administratif ketenagakerjaan, tetapi sebagai bagian dari strategi pengelolaan konsumsi energi dalam jangka pendek (short-term demand management)," jelasnya.

Ilustrasi Pexels
Faktur mengungkapkan, fenomena serupa juga mulai terlihat di berbagai negara, khususnya di kawasan Asia. Beberapa negara menerapkan langkah efisiensi energi seperti pengurangan hari kerja, pembatasan penggunaan energi di perkantoran, hingga optimalisasi kerja jarak jauh.
Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian konsumsi energi melalui pengurangan mobilitas menjadi bagian dari respons global terhadap krisis energi.
"Kebijakan WFH merupakan langkah penting dalam mengantisipasi dampak krisis energi global, khususnya dalam upaya mengendalikan konsumsi energi dan menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka pendek," katanya.