Sandwich Generation Perlu Siapkan Fondasi Keuangan Hadapi Tekanan Finansial Berlapis

Ilustrasi generasi sandwich. Foto: dok Bibit.

Sandwich Generation Perlu Siapkan Fondasi Keuangan Hadapi Tekanan Finansial Berlapis

Husen Miftahudin • 20 July 2026 20:26

Jakarta: Fenomena sandwich generation semakin menjadi perhatian di Indonesia. Banyak masyarakat usia produktif tidak hanya menanggung kebutuhan pasangan dan anak, tetapi juga orang tua lanjut usia hingga anggota keluarga lainnya. Kondisi tersebut membuat tekanan finansial semakin besar, terutama di tengah meningkatnya biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup.

Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi mengatakan tantangan terbesar yang dihadapi sandwich generation terletak pada besarnya tanggung jawab yang bergantung pada satu sumber penghasilan.

Menjadi bagian dari sandwich generation berarti satu penghasilan sering kali menjadi penopang bagi lebih dari satu generasi. Ketika pencari nafkah mengalami risiko kesehatan, kehilangan kemampuan bekerja, atau bahkan meninggal dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pencari nafkah itu sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi pendidikan anak, kesejahteraan orang tua, hingga stabilitas ekonomi seluruh keluarga, ungkap Gatot dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 20 Juli 2026.

Karena itu, membangun fondasi finansial sejak usia produktif menjadi semakin penting agar berbagai rencana kehidupan tetap dapat berjalan, tambah dia menekankan.

Menurut Gatot, fondasi keuangan dapat dibangun melalui penyediaan dana darurat, kepemilikan perlindungan jiwa dan kesehatan sesuai kebutuhan, serta perencanaan jangka panjang melalui investasi dan dana pensiun.

Langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga sekaligus mempersiapkan kemandirian finansial di masa depan.
 


class=big_center
(Ilustrasi. Foto: dok IFG Life)
 

Perkuat literasi keuangan dan perlindungan


Gatot menilai fenomena sandwich generation perlu disikapi secara bijak dengan memperkuat kesiapan finansial sejak usia produktif. Kata dia, hal yang lebih penting adalah dengan memastikan setiap tahap kehidupan dipersiapkan dengan baik.

Ketika masyarakat membangun fondasi finansial sejak usia produktif, mereka tidak hanya membantu melindungi keluarga hari ini, tetapi juga mempersiapkan diri agar tetap mandiri secara finansial di masa depan. Dengan demikian, setiap generasi dapat saling mendukung tanpa harus mewariskan tekanan finansial yang berlebihan kepada generasi berikutnya, tambah Gatot.

Sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan yang tergabung dalam Indonesia Financial Group (IFG), IFG Life menyatakan terus berkomitmen meningkatkan literasi keuangan serta menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada setiap tahap kehidupan.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya perusahaan untuk mendorong ketahanan finansial masyarakat melalui perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat memengaruhi keberlangsungan rencana keuangan keluarga.

(Husen Miftahudin)