Menko PMK Pratikno. Foto: Youtube Setpres.
Penanganan Pascabanjir Bandang Solok Segera Masuk Fase Rehabilitasi
M. Iqbal Al Machmudi • 25 September 2026 10:05
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan agar penanganan darurat pascabanjir bandang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, dilakukan dalam waktu singkat. Penanganan segera memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi dengan pendataan wilayah, rumah, dan masyarakat terdampak sebagai langkah awal yang perlu dipercepat.
Pratikno menyampaikan, pemerintah pusat siap mendukung daerah dalam penanganan rumah rusak ringan, sedang, dan berat. Untuk pembangunan perumahan komunal, pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan lahan yang aman, sementara pembangunan dapat didukung Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"Pendataan menjadi penting mohon ini dipercepat. Tentu saja ini jangan terulang lagi. Ini prinsipnya membangun pascabencana kita selalu build back better, membangun lebih baik. Jangan sampai membangun kondisinya lebih jelek," kata Pratikno dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 25 September 2026.
Pratikno menegaskan pembangunan kembali harus didasarkan pada kajian yang mendalam dan berbasis sains. Oleh karena itu, penentuan lokasi tidak semata berdasarkan ketersediaan lahan, tetapi harus memastikan lokasi tersebut aman berdasarkan hasil kajian.
Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) juga harus disusun berdasarkan kajian kuat dengan melibatkan kementerian lembaga terkait. Termasuk Kementerian ESDM dan Kementerian Pekerjaan Umum sesuai kewenangannya.
Selain mempercepat penanganan darurat bencana, Menko PMK meminta pemerintah daerah segera menyisir potensi bencana susulan, khususnya pada aliran sungai yang rawan banjir bandang. Kondisi sungai perlu dipastikan tidak terhambat material seperti kayu dan batu yang dapat meningkatkan risiko saat curah hujan kembali tinggi.
Langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini karena bencana terjadi ketika musim penghujan belum memasuki puncaknya. Potensi peningkatan intensitas hujan pada periode berikutnya harus menjadi perhatian dalam mitigasi bencana.

Kondisi banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumbar. Foto: Antara.
"Ini momentum betul untuk cepat menyisir potensi-potensi risiko bencana susulan dalam jangka pendek," sebut Pratikno.
Ia menegaskan seluruh upaya diarahkan agar masyarakat segera pulih dan pembangunan pascabencana menghasilkan kondisi yang lebih aman dan lebih baik dibandingkan sebelum bencana.
"Semoga ini segera pulih dan tidak terjadi lagi. Kita membangun lebih baik dari kondisi sebelum bencana," ujar Pratikno.
Sebagai mana diketahui, banjir bandang membawa material lumpur, batu, pasir, dan kayu menerjang kawasan Arosuka setelah hujan berintensitas tinggi pada Senin malam, 21 September 2026. Selain merendam permukiman, material banjir juga menutup akses jalan utama dan menerjang sejumlah fasilitas pemerintahan.