Emas batangan. Foto: Whitegold.money
Harga Emas Dunia Berpotensi Tembus USD5.386/Ons
Husen Miftahudin • 27 February 2026 10:43
Jakarta: Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan awal Maret, seiring dengan kombinasi dukungan teknikal yang solid dan sentimen fundamental yang tetap kondusif bagi aset safe-haven.
Berdasarkan analisis Dupoin Futures Andy Nugraha selaku analis menjelaskan, pergerakan emas dalam timeframe H4 masih menunjukkan bias bullish yang kuat, dengan harga mampu bertahan di atas zona psikologis penting di kisaran USD5.000 hingga USD5.100 per troy ons.
Menurut Andy, kemampuan emas bertahan di atas level psikologis tersebut menjadi indikator penting bahwa minat beli masih mendominasi pasar dalam jangka menengah. Level ini tidak hanya berfungsi sebagai support teknikal yang kuat, tetapi juga mencerminkan kepercayaan investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
"Selama harga tetap bergerak di atas zona tersebut, peluang untuk melanjutkan tren kenaikan masih terbuka lebar," tegas Andy dikutip dari analisis hariannya, Jumat, 27 Februari 2026.
| Baca juga: Kilau Harga Emas Dunia Meredup |
Sinyal tren bullish menguat
Dari sisi teknikal, struktur pergerakan harga menunjukkan pola higher low dan konsolidasi sehat setelah fase kenaikan sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual relatif terbatas dan pembeli masih aktif memanfaatkan setiap pelemahan harga sebagai peluang akumulasi. Fenomena ini memperkuat sinyal tren bullish belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan signifikan dalam waktu dekat.
Selain faktor teknikal, sentimen fundamental juga memberikan dukungan terhadap prospek penguatan emas. Permintaan terhadap aset safe-haven tetap tinggi di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait negosiasi nuklir antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketegangan geopolitik semacam ini secara historis cenderung meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen perlindungan nilai, karena investor mencari aset yang lebih stabil di tengah potensi volatilitas pasar global.
Di sisi lain, pelemahan moderat dolar AS turut menjadi faktor pendukung tambahan bagi harga emas. Melemahnya dolar membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor global karena harganya menjadi relatif lebih murah dalam denominasi mata uang lainnya. Kondisi ini membantu mempertahankan momentum bullish, meskipun tekanan pada dolar juga belum cukup kuat untuk mendorong breakout agresif dalam waktu singkat.
Ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve juga masih menjadi faktor yang diperhatikan pelaku pasar. Meskipun peluang pemangkasan suku bunga belum sepenuhnya kuat, ekspektasi tersebut tetap memberikan dukungan psikologis terhadap emas. Suku bunga yang lebih rendah cenderung meningkatkan daya tarik emas karena mengurangi opportunity cost dari memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Berpotensi tembus USD5.386 per troy ons
Berdasarkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan jika tren bullish berlanjut, harga emas berpotensi naik hingga mencapai level sekitar USD5.386 per troy ons pada pekan depan. Target ini mencerminkan kelanjutan momentum positif yang telah terbentuk dalam beberapa waktu terakhir, didukung oleh struktur tren yang masih sehat dan sentimen pasar yang relatif mendukung.
Namun demikian, Andy juga mengingatkan adanya skenario alternatif yang perlu diwaspadai oleh pelaku pasar. Jika terjadi reversal signifikan dan harga menembus level kunci di USD4.630, maka terdapat potensi perubahan arah tren yang dapat mendorong harga turun lebih lanjut menuju kisaran USD4.415 per troy ons. Penembusan level support kunci tersebut akan menjadi sinyal tekanan jual mulai mengambil alih kendali pasar.
Secara keseluruhan, prospek harga emas untuk pekan depan masih cenderung positif dengan bias bullish yang dominan, selama harga mampu bertahan di atas zona support utama. Kombinasi ketidakpastian geopolitik, pelemahan dolar AS, serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi faktor utama yang menjaga daya tarik emas.
"Dengan kondisi tersebut, emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan, meskipun pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi volatilitas yang dapat muncul akibat perubahan sentimen global," ucap Andy.