Ilustrasi emas. Foto: Dok Bappebti
Kilau Harga Emas dan Perak Meredup
Eko Nordiansyah • 17 February 2026 08:38
Chicago: Harga emas dan perak sedikit turun pada Selasa, 17 Februari 2026, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya. Penurunan ini karena pasar logam tetap waspada menjelang lebih banyak petunjuk ekonomi AS penting yang akan dirilis minggu ini.
Libur pasar di Tiongkok dan AS menyebabkan volume perdagangan yang lambat di awal minggu, sementara sedikit peningkatan dolar juga membebani harga logam.
Dikutip dari Investing.com, harga emas spot turun 0,3 persen menjadi USD4.978,39 per ons, sementara kontrak berjangka emas untuk April turun 0,3 persen menjadi USD4.996,69 per ons.
Harga perak spot turun 0,9 persen menjadi USD76,0400 per ons, sementara harga platinum spot naik 0,5 persen menjadi USD2.030,61 per ons.
Penguatan dolar AS menekan harga logam mulia, sementara permintaan aset safe haven tetap berperan menjelang pembicaraan nuklir antara Iran dan AS, dengan Washington diperkirakan akan meningkatkan tekanan militer untuk memaksa Teheran mencapai kesepakatan.
Data AS dan risalah Fed ditunggu minggu ini
Fokus minggu ini tertuju pada sejumlah data ekonomi AS yang akan datang, serta risalah pertemuan Federal Reserve Januari, yang akan dirilis pada hari Rabu.Data produksi industri akan dirilis pada hari Rabu, sementara data indeks harga PCE—yang merupakan ukuran inflasi pilihan Fed—akan dirilis pada hari Jumat. Data terakhir akan dipantau secara cermat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang arah inflasi dan suku bunga.
Ketidakpastian mengenai kebijakan moneter AS merupakan beban utama bagi emas dalam beberapa minggu terakhir, terutama setelah Presiden Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed berikutnya.
Warsh dipandang sebagai pilihan yang kurang lunak, dengan pencalonannya memicu kerugian besar di pasar logam, karena para pedagang juga mengumpulkan keuntungan setelah spekulatif yang berlebihan mendorong harga emas dan logam mulia ke puncak baru pada bulan Januari.
Data inflasi dan ketenagakerjaan terbaru memberikan petunjuk yang beragam tentang ekonomi terbesar di dunia, dengan inflasi sedikit mendingin pada bulan Januari, sementara lapangan kerja meningkat.
.jpg)