Tradisi 61 Tahun Bubur Samin Sajian Khas Ramadan dari Solo

Pembagian Bubur Samin, sajian khas Ramadan di Masjid Darussalam Solo. Metrotvnews.com/ Triawati

Tradisi 61 Tahun Bubur Samin Sajian Khas Ramadan dari Solo

Triawati Prihatsari • 20 February 2026 06:15

Solo: Suasana meriah terlihat di Kompleks Masjid Darussalam, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Kamis sore, 19 Februari 2026. Takmir masjid membagikan Bubur Samin, sajian khas Banjar yang menjadi tradisi turun-temurun setiap bulan Ramadan. Warga rela mengantre mengular untuk mendapatkan bubur tersebut.

Tidak hanya warga sekitar masjid, masyarakat dari luar kawasan juga turut berbondong-bondong mengantre. Pantia memasak bubur sejak siang hari, lalu membagikannya setelah salat Ashar.

Salah seorang warga Gajahan, Marsiyati, 70, mengaku sudah mengantre sejak sebelum Ashar. Baginya, mendapatkan Bubur Samin setiap Ramadan tiba sudah menjadi kewajiban yang tidak boleh terlewat.

"Biasanya antre di hari kedua atau ketiga, tapi ini yang pertama. Sudah sejak dulu, setiap tahun saya pasti ke sini. Rasanya enak, bikin kangen. Puasanya juga biar berkah," ujar Marsiyati di Solo, Kamis, 19 Februari 2026.
 


Takmir Masjid Darussalam, Noor Cholish, mengungkapkan pembagian Bubur Samin untuk masyarakat sudah dilakukan rutin sejak tahun 1965. Pada awalnya, Bubur Samin hanya dibagikan untuk warga Jayengan yang mayoritas merupakan perantau asal Kalimantan Selatan.

"Kemudian seiring berjalannya waktu, jemaah Masjid Darussalam ini semakin banyak, sehingga porsinya ditambah untuk masyarakat umum. Setiap hari Bubur Samin dibuat dari 50 kilogram beras. Jumlahnya bisa untuk 1.500 porsi. Dibagikan untuk masyarakat umum 1.200 porsi, sisanya untuk takjil berbuka puasa bersama di masjid," beber Noor.


Pembagian Bubur Samin, sajian khas Ramadan di Masjid Darussalam Solo. Metrotvnews.com/ Triawati 

Ia menambahkan untuk sekali membuat Bubur Samin, pihaknya membutuhkan biaya sekitar Rp3 juta. Dengan demikian, dalam satu bulan Ramadan dibutuhkan dana sekitar Rp90 juta untuk menyediakan bubur tersebut setiap hari.

"Alhamdulillah dari donatur, ada yang berwujud uang, ada yang berwujud barang. Pemerintah Kota Solo juga memberi 1.500 kilogram beras," pungkas Noor.

Bubur Samin sendiri merupakan hidangan khas suku Banjar, Kaliantan Selatan, yang terbuat dari beras dan santan dengan bumbu rempah-rempah khas. Tradisi berbagi Bubur Samin di Solo ini menjadi bukti eratnya hubungan budaya antardaerah yang terus terpelihara hingga puluhan tahun.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)