Menteri Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan. (German Embassy)
Bersiap Kunjungi RI, Menteri Jerman Sampaikan Belasungkawa atas Korban Gempa NTT
Willy Haryono • 17 August 2026 18:30
Jakarta: Menteri Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan menyampaikan belasungkawa mendalam atas korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, yang sejauh ini telah menewaskan 68 orang dan membuat 213 lainnya terluka.
“Setelah terjadinya gempa bumi dahsyat di Indonesia, pikiran saya tertuju kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari banyak orang yang kehilangan nyawa atau terluka,” ujarnya, dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Jerman yang diterima Metrotvnews.com, Senin, 17 Agustus 2026.
Belasungkawa disampaikan saat Alabali Radovan bertolak dari Jerman menuju Indonesia untuk melakukan kunjungan kerja selama tiga hari pada 18-20 Agustus 2026.
Kunjungan akan difokuskan pada penguatan kerja sama Indonesia dan Jerman, khususnya di bidang energi terbarukan dan transisi energi yang berkeadilan.
Alabali Radovan mengatakan Indonesia merupakan salah satu negara fokus baru dalam kebijakan pembangunan Jerman, terutama dalam mendorong keterlibatan sektor swasta.
“Hari ini, saya bepergian ke Jakarta bersama delegasi bisnis. Indonesia adalah mitra penting bagi Jerman dan merupakan salah satu dari sembilan negara fokus baru di mana saya mendorong hubungan yang sangat erat dengan perusahaan-perusahaan Jerman melalui kebijakan pembangunan kami,” katanya.
Menurut Alabali Radovan, peningkatan kerja sama ekonomi akan memberikan manfaat bagi kedua negara. Indonesia dapat mempercepat pembangunan berkelanjutan, sementara Jerman memperoleh peluang untuk memperkuat perekonomiannya.
Transisi Energi dan Jaringan Listrik Modern
Dalam kunjungan tersebut, Alabali Radovan dijadwalkan bertemu sejumlah perwakilan pemerintah Indonesia dan perusahaan Jerman untuk membahas kemitraan baru serta peluang bagi perusahaan Jerman memasuki pasar Indonesia.Kerja sama pembangunan Jerman juga mendukung transisi energi Indonesia melalui investasi pada energi terbarukan dan jaringan listrik modern.
Kunjungan tersebut turut membuka peluang bagi perusahaan teknologi Jerman di sektor energi terbarukan untuk bertemu dengan perusahaan dan perusahaan rintisan Indonesia, peneliti, mahasiswa, serta perwakilan pemerintah.
Alabali Radovan bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia juga dijadwalkan membuka Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW), konferensi energi terbarukan yang diselenggarakan pemerintah Indonesia dengan dukungan Jerman.
Selain itu, delegasi bisnis Jerman akan mengunjungi sejumlah perusahaan Jerman di Indonesia, termasuk Bayer dan Siemens. Alabali Radovan juga dijadwalkan bertemu dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Jerman juga menjadi salah satu co-lead dalam Just Energy Transition Partnership (JETP) bersama Jepang. Kemitraan tersebut bertujuan memobilisasi sekitar USD20 miliar untuk mendukung transisi energi Indonesia, dengan pendanaan berasal dari sektor publik dan swasta.
Jerman mendukung Indonesia dalam pengembangan energi terbarukan dan jaringan listrik serta penyusunan kerangka regulasi yang mendukung transisi energi.
Dalam kunjungannya, Alabali Radovan juga akan membahas peluang kerja sama terkait bahan baku kritis dan diversifikasi rantai pasok.
Perdagangan Jerman dan Indonesia disebut terus tumbuh. Indonesia juga semakin penting bagi Jerman sebagai pasar, mitra energi, serta pemasok komoditas seperti nikel.
Selain Indonesia, Jerman telah menetapkan Ghana, Kenya, Maroko, Afrika Selatan, Brasil, India, Meksiko, dan Vietnam sebagai negara fokus baru untuk memperkuat keterlibatan perusahaan Jerman dalam proyek pembangunan dan dialog dengan pemerintah.
Baca juga: Perdagangan, Investasi Hingga Transisi Energi Perkuat Kerja Sama Indonesia-Jerman