Rupiah Naik 46 Poin ke Rp17.831 usai Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Naik 46 Poin ke Rp17.831 usai Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Eko Nordiansyah • 14 August 2026 13:10

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat siang ini, Jumat, 14 Agustus 2026. Rupiah bergerak menguat usai Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan Presiden di Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI.

Mengutip data Bloomberg, rupiah hingga pukul 13.00 berada di level Rp17.831 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 46 poin atau setara 0,26  persen dari Rp17.877 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.833 per USD. Rupiah bergerak menguat 44 poin atau 0,25 persen dibandingkan pembukaan perdagangan pagi tadi sebesar Rp17.877 per USD.


(Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Kenegaraan Presiden di Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI. Foto: Dok Metro TV)

Pidato kenegaraan Prabowo

Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan. Pidato tersebut dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada kesempatan ini, Presiden melaporkan capaian kinerja pemerintahan yang dipimpinnya. Salah satunya Prabowo menyebut investasi dan ekonomi Indonesia tetap tumbuh baik di tengah kondisi gejolak global.

Dalam keadaan seperti ini, Prabowo mengatakan Indonesia harus semakin mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Menurutnya, Indonesia tidak bisa bergantung saat gejolak dunia dipenuhi ketidakpastian.

"Kita harus bisa mandiri, kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek kita tetap harus survive," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan Presiden di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo juga mengungkapkan, ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen, dan pada semester I-2026 tumbuh 5,45 persen. Menurut Kepala Negara, realisasi pertumbuhan ekonomi ini adalah pertumbuhan kuartal I dan pertumbuhan semester I tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Meski begitu, Presiden menegaskan di hadapan majelis Sidang Tahunan ini jika pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Ia menyebut, tujuan akhir dari semua upaya pemerintah adalah kesejahteraan rakyat. 

"Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita, kebanyakan tidak bermanfaat bagi kita. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat kita yang paling bawah. Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin," tegas Prabowo.

(Eko Nordiansyah)