Generasi Muda Kuasai Jakarta, BPS: Milenial dan Gen Z Hampir Separuh Penduduk

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto. Foto: Antara.

Generasi Muda Kuasai Jakarta, BPS: Milenial dan Gen Z Hampir Separuh Penduduk

Mohamad Farhan Zhuhri • 6 May 2026 17:55

Jakarta: Struktur penduduk DKI Jakarta didominasi generasi muda. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat generasi milenial dan Generasi Z kini menjadi kelompok terbesar dan menguasai hampir separuh populasi ibu kota.

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengungkapkan jumlah penduduk Jakarta berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencapai 10,72 juta jiwa. 

“Jumlah penduduk Jakarta berdasarkan hasil SUPAS 2025 sebanyak 10.724,33 ribu jiwa,” kata Kadarmanto dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia menjelaskan, meski jumlah penduduk terus meningkat dibanding dua sensus sebelumnya, laju pertumbuhan justru melambat.  Dalam periode 2020–2025, pertumbuhan penduduk tercatat hanya 0,32 persen, turun dari 0,92 persen pada periode 2010–2020.

Dari sisi komposisi generasi, kelompok usia produktif masih menjadi tulang punggung demografi Jakarta. Generasi milenial mendominasi dengan porsi 24,82 persen, disusul Generasi Z sebesar 24,12 persen. 

“Kedua generasi ini secara bersama-sama mencakup hampir separuh populasi di Jakarta,” kata Kadarmanto.

Sementara itu, generasi lainnya berkontribusi sebesar 51,06 persen, yang terdiri atas Generasi X sebesar 21,85 persen, Post Gen Z 17,78 persen, Baby Boomer 10,72 persen, dan Pre-Boomer 0,71 persen.

Ilustrasi generasi muda. Foto: Istimewa.

Dominasi usia produktif juga tercermin dari struktur umur penduduk. BPS mencatat, kelompok usia 15–64 tahun mencapai 71,26 persen. 

Namun, proporsi ini mulai menunjukkan penurunan seiring meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dalam satu dekade terakhir.

“Hal ini mengindikasikan bahwa struktur umur penduduk Jakarta secara bertahap bergerak menuju proses penuaan penduduk,” ujar Kadarmanto.

Meski tren penuaan mulai terlihat, Jakarta masih berada dalam fase bonus demografi. Hal ini ditunjukkan dari rasio ketergantungan yang masih berada di bawah ambang 50, yakni sebesar 40,34. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 40 penduduk usia nonproduktif.

Dari sisi jenis kelamin, komposisi penduduk Jakarta relatif seimbang. Jumlah laki-laki tercatat 5,37 juta jiwa atau 50,09 persen, sementara perempuan 5,35 juta jiwa atau 49,91 persen. Dengan demikian, rasio jenis kelamin berada di angka 100, atau sekitar 100 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)