Cek Fakta: Trump Sebut Indonesia Munafik karena Dukung Rezim Syiah Iran

Postingan palsu Donald Trump yang menyebut Indonesia munafik karena dukung rezim Syiah Iran. (Istimewa)

Cek Fakta: Trump Sebut Indonesia Munafik karena Dukung Rezim Syiah Iran

Riza Aslam Khaeron • 10 April 2026 14:56

Jakarta: Meskipun ketegangan antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran mulai memasuki masa gencatan senjata, peredaran berita palsu atau hoaks di jagat maya masih marak. Baru-baru ini, media sosial dihebohkan oleh tangkapan layar yang diklaim sebagai unggahan Presiden AS, Donald Trump.

Dalam gambar tersebut, Trump seolah menyebut rakyat Indonesia sebagai bangsa yang "munafik" karena memberikan dukungan kepada Iran dalam konflik yang telah pecah selama lebih dari 40 hari.

"Sebagian besar orang Indonesia beragama Sunni, kan? Selama BERTAHUN-TAHUN dengar Syiah itu 'salah' dan 'berbahaya' kampanye besar, omong besar!" demikian bunyi pesan dalam tangkapan layar tersebut. Kalimat itu meniru gaya bahasa Trump yang khas secara hampir sempurna.

Unggahan manipulatif ini mendapat 11 ribu likes di Facebook dan memantik polemik warganet. Bahkan, ada netizen yang meresponsnya dengan nada provokatif.

“Gass netizen Indonesia.. lakukan keajaiban kita semua..” tulis salah satu pengguna dalam komentar yang disukai lebih dari 700 orang.

Namun, apakah unggahan tersebut valid?

Pemerintah bergerak cepat menanggapi rumor yang telah viral di berbagai platform media sosial ini. Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, melalui akun Instagram resmi @cekfakta.ri, menegaskan narasi tersebut sama sekali tidak memiliki dasar.

Berdasarkan hasil verifikasi, tidak ditemukan adanya pernyataan resmi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagaimana yang diklaim dalam gambar yang beredar.

“Konten ini merupakan disinformasi yang menyesatkan dan berpotensi memicu perpecahan, padahal tidak ada cuitan resmi seperti yang beredar,” tulis @cekfakta.ri melalui unggahan klarifikasinya.


Unggahan terakhir Donald Trump ketika berita ini disusun. (Truth Social/@realDonaldTrump)

Hasil investigasi mandiri yang dilakukan Metrotvnews.com di akun Truth Social Trump juga menunjukkan hasil yang sama. Tidak ada unggahan seperti halnya yang ditampilkan di tangkapan layar tersebut di akun media sosial Trump.

Tangkapan layar yang viral tersebut juga tidak memiliki tanggal pengunggahan serta rincian reaksi, jumlah berbagi (share), maupun likes yang biasanya melekat pada setiap unggahan resmi Trump di media sosial.
 
Baca Juga:
Cek Fakta: Trump Dilengserkan DPR AS Karena Perang Iran
 

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, dapat dipastikan bahwa tangkapan layar berisi kecaman Donald Trump terhadap rakyat Indonesia adalah hoaks dan masuk kategori disinformasi.

Tidak ada bukti valid, baik di akun media sosial resmi milik Trump maupun dalam catatan diplomatik, yang mendukung klaim tersebut.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang sengaja dibuat untuk memicu sentimen sektarian serta kebencian di tengah situasi geopolitik yang memanas.

Masyarakat diajak lebih waspada dan kritis agar tidak terjebak disinformasi.

Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi. Narasi yang mencoba membenturkan kelompok agama seperti ini tidak mencerminkan realitas serta berpotensi menimbulkan keresahan.

Sumber Referensi

Akun Truth Social Donald Trump:
https://truthsocial.com/@realDonaldTrump

Cek Fakta Bakom Indonesia di Instagram:
https://www.instagram.com/p/DW6FmWfCacO/?img_index=1

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)