Pemerintah Siapkan Jurus Jitu Hadapi Kenaikan Harga Plastik

Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto: Metro TV/Kautsar.

Pemerintah Siapkan Jurus Jitu Hadapi Kenaikan Harga Plastik

Husen Miftahudin • 8 April 2026 19:59

Jakarta: Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik dan berbagai komoditas lain yang terdampak dinamika geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
 
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah saat ini fokus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga komoditas dunia. Sekaligus menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya terhadap industri dan masyarakat dapat ditekan.
 
Menurut dia, pemerintah menyadari gejolak global, termasuk kenaikan harga energi berpengaruh langsung terhadap sektor industri dalam negeri, salah satunya industri plastik yang bahan bakunya masih impor.
 
"Kami pemerintah terus menerus setiap hari, kita memonitor seluruh komoditas yang terkena dampak terhadap kenaikan-kenaikan harga di dunia," kata Prasetyo saat memberikan keterangan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 8 April 2026.
 
Prasetyo menjelaskan, strategi pemerintah dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian untuk memastikan respons kebijakan berjalan cepat dan terintegrasi.
 
Pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Perindustrian untuk mencari solusi terhadap tekanan harga.
 

Baca juga: Produsen Biji Plastik Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis


(Ilustrasi biji plastik. Foto: Primaplastindo.co.id)
 

Jaga stabilitas pasokan energi dan bahan baku industri

 
Langkah lain yang disiapkan pemerintah antara lain menjaga stabilitas pasokan energi dan bahan baku industri, termasuk membuka peluang sumber pasokan baru apabila diperlukan.
 
Prasetyo menekankan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah tidak dapat dilakukan secara instan karena berkaitan dengan rantai pasok global dan kerja sama perdagangan internasional yang membutuhkan proses penyesuaian.
 
"Cara menyelesaikannya itu kan juga tidak serta-merta mudah ya. Contoh misalnya, memastikan pasokan minyak kita, itu kan meskipun mohon maaf, misalnya banyak yang punya produksi minyak, tapi belum tentu juga selama ini mungkin kita belum pernah membeli dari negara tersebut, atau dari perusahaan tersebut. Ini kan butuh waktu," kata Prasetyo menjelaskan.
 
Meski demikian, pemerintah memastikan terus menyusun berbagai skema kebijakan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi sektor industri nasional dari dampak ketidakpastian geopolitik global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)