Bupati Indramayu Lucky Hakim. Foto: Media Indonesia.
Bupati Indramayu Siap Adopsi Anak Korban Kecelakaan Maut Pantura
Rahmatul Fajri • 15 July 2026 10:54
Jakarta: Bupati Indramayu, Lucky Hakim, berbelasungkawa mendalam atas kecelakaan maut di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, yang menewaskan 12 orang. Lucky menyatakan kesiapan menjadi orang tua angkat dan mengadopsi anak-anak korban yang kehilangan orang tua mereka.
Pada kecelakaan ini, terdapat korban meninggal dunia yang berstatus orang tua tunggal (single parent) dan meninggalkan anak-anak yang masih balita.
"Untuk anak-anak yang ditinggal meninggal oleh orang tuanya dalam kejadian ini, saya dengan sepenuh hati berkenan menjadi orang tua angkat dan siap menempuh proses adopsi secara formal apabila pihak wali mereka merestui," ujar Lucky dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 15 Juli 2026.
Lucky telah menjenguk langsung anak balita yang selamat dalam insiden tersebut di rumah sakit. Pemerintah Kabupaten Indramayu memberikan jaminan perawatan serta pendampingan penuh untuk memulihkan trauma yang dialami korban.
"Anak-anak itu akan kami dampingi selama proses pemulihannya. Bukan hanya pemulihan fisik, tetapi juga mental dan psikologis. Kami sangat serius dalam memberikan perhatian kepada mereka," tegas Lucky.
Dalam kunjungan ke rumah duka, Lucky juga menyerahkan santunan kematian kepada keluarga korban. Hal ini sebagai bentuk empati dan kepedulian dari pemerintah daerah untuk meringankan beban yang dihadapi.
"Seindah apa pun kata-kata yang saya sampaikan, tetap tidak akan mampu menandingi rasa sedih keluarga yang kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Hanya sedikit santunan yang dapat kami berikan sebagai simbol berbagi rasa turut berduka yang mendalam," ungkap Lucky.

Bupati Indramayu Lucky Hakim menjenguk anak korban kecelakaan maut jalur Pantura. Foto: Media Indonesia.
Merespons tingginya jumlah korban jiwa dalam kecelakaan ini, Lucky mendesak evaluasi total terhadap aspek keselamatan transportasi di wilayahnya. Ia meminta instansi terkait memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan, terutama mobil terbuka yang kerap digunakan mengangkut penumpang.
Kecelakaan maut itu terjadi ketika sebuah mobil pikap yang membawa rombongan warga usai menghadiri acara pernikahan ditabrak dua truk dari arah berbeda. Selain mengakibatkan 12 orang meninggal dunia, enam korban lainnya menjalani perawatan intensif. Kasus ini sedang ditangani mendalam oleh kepolisian bersama Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jawa Barat untuk mengungkap penyebab pasti tabrakan beruntun tersebut.