Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan SD hingga Kuliah di Sidang Roy Suryo-Tifa

Presiden ke-7 RI Joko Widodo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd/nym.

Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan SD hingga Kuliah di Sidang Roy Suryo-Tifa

Siti Yona Hukmana • 5 November 2026 11:42

Jakarta: Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) membeberkan riwayat pendidikan mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi. Hal ini ia sampaikan dalam kesaksian di sidang kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias dokter Tifa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

"Jadi, dimulai dari SD, SD saya di SD Negeri Nomor 111 Kota Surakarta. Kemudian SMP di SMP Negeri 1 Kota Surakarta, kemudian SMA di SMA Negeri 6 Kota Surakarta," kata Jokowi di hadapan majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, dilansir Antara, Kamis, 5 November 2026.

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Jokowi melanjutkan kuliah pada jenjang sarjana di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Keterangan itu disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta dirinya menjelaskan riwayat pendidikan secara berurutan dari SD hingga perguruan tinggi.

Selain menanyakan riwayat pendidikan, JPU menggali lebih jauh mengenai mata kuliah pilihan yang diambil Jokowi selama menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM. Jokowi menjelaskan, pada masa kuliah, Fakultas Kehutanan UGM tidak menerapkan pembagian jurusan secara formal.

"Jadi, di Fakultas Kehutanan itu sejak saya masuk tidak ada yang namanya jurusan, tidak ada. Tetapi kami para mahasiswa itu diberikan pilihan untuk mengambil mata kuliah pilihan," ujar Jokowi.

Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menjadi saksi dalam persidangan dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu yang menjerat Roy Suryo cs di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza

Pilihan mata kuliah tersebut membuat mahasiswa dikenal memiliki kecenderungan pada bidang tertentu, seperti teknologi kayu atau teknologi hasil hutan, silvikultur, ekonomi kehutanan, hingga konservasi hutan. Jokowi mengatakan dirinya lebih banyak mengambil mata kuliah pilihan yang berkaitan dengan teknologi hasil hutan atau teknologi kayu.

Sejumlah mata kuliah yang diambilnya antara lain, struktur dan sifat kayu, pengeringan kayu, pengawetan kayu, pulp dan kertas, industri kayu lapis, dan penggergajian.

"Karena saya banyak mengambil mata kuliah pilihan di bidang teknologi hasil hutan atau teknologi kayu, seperti mata kuliah struktur dan sifat kayu," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, pilihan mata kuliah tersebut membuat rekan-rekannya semasa kuliah menganggap dirinya berada dalam kelompok bidang teknologi kayu atau teknologi hasil hutan.

Dalam persidangan ini, hadir Kaesang Pangarep dan Kahiyang Ayu untuk mendampingi sang ayah saat memberikan kesaksian.

(Siti Yona Hukmana)