Vegan Festival 2026 Usung Konsep Sehat, Seluruh Stan Makanan Bebas Gorengan

Kak Seto turut hadir pada acara 26th WVO Conference & International Vegan Festival 2026. Ajang ini mempertemukan berbagai komunitas dan pelaku gaya hidup vegan (Foto:Dok.Ist)

Vegan Festival 2026 Usung Konsep Sehat, Seluruh Stan Makanan Bebas Gorengan

Rosa Anggreati • 8 October 2026 14:30

Jakarta: Di tengah semakin berkembangnya perhatian terhadap pola hidup sehat dan berkelanjutan, pilihan makanan berbasis nabati tak lagi sekadar menjadi bagian dari gaya hidup sebagian kalangan. Gagasan tersebut mengemuka dalam gelaran 26th WVO Conference & International Vegan Festival 2026 yang mempertemukan berbagai komunitas dan pelaku gaya hidup vegan.

Mengusung tema “One World, One Pulse: The Harmony of Vegan Living”, festival ini telah diselenggarakan pada 29 September hingga 4 Oktober 2026, di Mall Taman Anggrek, Jakarta. Hadir 58 stan menjajakan beragam makanan, minuman, produk, dan layanan berbasis nabati. 

Ada satu hal yang membuat penyelenggaraan tahun ini berbeda. Seluruh stan makanan menerapkan kebijakan bebas gorengan atau no deep-frying. Alih-alih mengandalkan teknik menggoreng dengan minyak dalam jumlah banyak, para eksibitor ditantang mengeksplorasi cara memasak lain untuk menghadirkan sajian berbasis nabati yang tetap lezat, menarik, dan kaya nutrisi.
 


Sejumlah narasumber dan tokoh masyarakat Indonesia turut membagikan wawasan sepanjang rangkaian acara, di antaranya atlet vegan Surya Lee, serta para pakar kesehatan, nutrisi, dan gaya hidup seperti Yenny Halim, apt. Miamiwati, Beatrice Suwandi, Vivian Amelia, dr. Satyawira Aryawan Deng, Baki Lee, Martono, Sutikno Sanusi, Roeddy Zeng, dr. Hendry Widjaja, Sinshe Sumi, dr. Felyana Gunawan, dan Donna Sitohang.

Momen perayaan ini juga bertepatan dengan 1 Oktober, tanggal yang memiliki makna historis bagi perkembangan gerakan vegan di Indonesia, sehingga semakin memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, dan kolaborasi dalam membangun gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan.


(Foto:Dok.Ist)

Pada acara pembukaan hadir Romi Astuti, S.E., M.M., selaku Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif yang mewakili Irene Umar, B.A., Wakil Menteri Ekonomi Kreatif; Dessy Widowati, S.H., Kepala Subdirektorat Komersialisasi dan Pemasaran Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif; Prof. Dr. Seto Mulyadi, M.Si., Psikolog (Kak Seto), Ketua Dewan Pakar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dan Ketua World Vegan Organisation Indonesia; Dr. Jona Widhagdo Putri, B.Sc., M.A., Staf Khusus Bidang Kerja Sama Internasional di Dewan Ekonomi Nasional; Dr. Susianto Tseng, MKM., Presiden World Vegan Organisation (WVO) dan Vegan Society of Indonesia (VSI); Daniel Susanto, S.S., Marketing Manager Mall Taman Anggrek; Sutrisno, S.I.Kom., M.Bns., relawan; serta Nelly, S.Sos., B.A., M.Pd., Gr., Perwakilan Manajemen Sekolah Maitreyawira Jakarta sekaligus Chairperson Vegan Festival 2026.
 
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu internasional, antara lain Xu You Ru, Chair WVO Shanghai, Tiongkok; Wong Xiao Bo, Chair WVO Singapore; serta Dr. Charles Johnson, Dokter Spesialis Lifestyle & Emergency Medicine.

Festival ini dipelopori oleh Indonesia Vegetarian Society (IVS), Vegan Society of Indonesia (VSI), dan World Vegan Organisation (WVO) yang berkolaborasi dengan Sekolah Maitreyawira Jakarta. Keberhasilan penyelenggaraan festival selama enam hari ini juga tidak terlepas dari dedikasi para relawan yang menyumbangkan waktu, tenaga, dan keahlian mereka dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan.

Rangkaian acara ditutup dengan pesan yang sejalan dengan tema utama, “One World, One Pulse.” Melalui kuliner, edukasi, kesehatan, kepedulian, dan kolaborasi lintas sektor, festival ini diharapkan dapat menginspirasi semakin banyak masyarakat untuk mengenal dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat, bijak, penuh kepedulian, dan berkelanjutan.

(Rosa Anggreati)