Warga menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) Skrining Tuberkulosis (TB) di RPTRA Kampung Perigi, Kebayoran Lama, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU.
4 Juta Warga Jakarta Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis
Fachri Audhia Hafiez • 7 October 2026 10:02
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat 4.030.702 orang telah memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga akhir September 2026. Capaian tersebut tercatat melampaui target yang ditetapkan untuk Triwulan III 2026.
"Capaian CKG DKI Jakarta telah mencapai 4.030.702 orang atau 36,46 persen. Sehingga telah melampaui target Triwulan III sebesar 36 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat dihubungi di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 7 Oktober 2026.
Meski realisasi CKG telah menembus target triwulanan, Pemprov DKI Jakarta terus mengejar target kumulatif tahunan 2026, yakni menjangkau 46 persen dari total sasaran penduduk di wilayah Ibu Kota. "Sehingga masih perlu menjangkau sekitar 1,05 juta orang," kata Ani.
Guna memenuhi target tersebut, Dinkes DKI Jakarta mengakselerasi perluasan akses dan mobilisasi warga. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi layanan CKG di Puskesmas beserta jejaringnya, pelaksanaan CKG berbasis komunitas dan perkantoran, hingga penguatan sosialisasi serta kolaborasi lintas sektor.

Warga menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG). Foto: Dok. Antara.
Program CKG merupakan salah satu program hasil terbaik cepat (quick wins) Presiden Prabowo Subianto dan menjadi program pemeriksaan kesehatan massal terbesar di Indonesia. Sejak diluncurkan pada 10 Februari 2025, program ini mendapat respons positif publik.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat secara nasional program CKG telah menjangkau 73,8 juta penduduk per 31 Juli 2026, melampaui total capaian sepanjang 2025 yang mencatatkan angka 70 juta peserta. Dari total 73,8 juta peserta nasional tersebut, sebanyak 62,7 juta orang menjalani skrining di puskesmas dan komunitas, sedangkan 11,1 juta peserta merupakan anak sekolah.
Layanan skrining kesehatan gratis ini disediakan bagi seluruh kelompok umur di lebih dari 10 ribu puskesmas, fasilitas sekolah, dan komunitas. Pada 2026, Kemenkes memfokuskan tindak lanjut CKG pada penanganan tiga faktor risiko utama penyakit tidak menular (PTM), yaitu hipertensi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi yang menjadi pemicu utama penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal.