Ilustrasi ibadah umrah. (Anadolu Agency)
Serangan Rudal di Arab Saudi, Jemaah Umrah Indonesia Diminta Hindari Lokasi Rawan
Achmad Zulfikar Fazli • 12 October 2026 10:01
Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk menghindari lokasi atau area rawan. Hal ini merespons keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya pascaserangan rudal.
“Kami mengimbau WNI di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Hindari lokasi rawan, patuhi aturan yang berlaku, serta ikuti arahan otoritas setempat. Keselamatan harus menjadi prioritas,” ujar juru bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 12 Oktober 2026.
Ichsan mengingatkan WNI agar tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. WNI juga diminta tidak menyebarkan kabar yang berpotensi menimbulkan keresahan.
WNI diminta mengutamakan informasi resmi dalam menentukan aktivitas maupun perjalanan selama berada di Arab Saudi. Bagi jemaah umrah di Arab Saudi, Kemenhaj meminta agar tetap berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memantau informasi perjalanan, serta mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.
Penyelenggara perjalanan umrah juga harus memastikan kondisi jemaah terpantau dan menyampaikan informasi penting secara berkala.
Bagi jemaah yang belum berangkat ke Arab Saudi, pemerintah mengimbau terus memantau perkembangan situasi dan informasi resmi terkait perjalanan.
Jemaah diminta berkoordinasi dengan PPIU untuk memastikan jadwal, status penerbangan, serta kesiapan keberangkatan. Jemaah diharapkan tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” kata Ichsan.

Asap hitam dari serangan terhadap Bandara di Riyadh, Arab Saudi. Foto- Anadolu
Kemenhaj menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Seluruh WNI, khususnya jemaah umrah, diminta mengutamakan keselamatan, menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan, dan mengikuti arahan otoritas setempat selama situasi keamanan masih berkembang.
Serangan yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu, 10 Oktober 2026, menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang. Serangan ini juga memicu penangguhan pengoperasian bandara.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi mengatakan peristiwa ini terjadi di tengah berlanjutnya serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil di negara kerajaan itu. Pihak berwenang berupaya memastikan jumlah korban luka.
Pengoperasian bandara untuk sementara dihentikan sambil menunggu penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan.