Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 14 Orang, Termasuk Petugas Medis

Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 14 Orang, Termasuk Petugas Medis

Willy Haryono • 13 May 2026 07:44

Beirut: Sedikitnya 14 orang tewas, termasuk dua petugas pertahanan sipil, dan 13 lainnya terluka akibat serangan Israel di Lebanon selatan pada Selasa kemarin, meski gencatan senjata masih berlaku.

Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan serangan udara Israel semalam telah menghantam sebuah rumah warga di kota Kfar Dounine dan menewaskan sedikitnya enam orang serta melukai tujuh lainnya.

Para korban luka kemudian dilarikan ke rumah sakit di Tyre. Artileri Israel juga dilaporkan menembaki wilayah pinggiran Mansouri dan Majdal Zoun saat fajar.

Dalam insiden terpisah, seorang pria asal Suriah tewas dan istrinya terluka setelah drone Israel menyerang sepeda motor mereka di jalan Tayr Debba-Hammadiya, Distrik Tyre.

Dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 13 Mei 2026, dua petugas medis dari pusat pertahanan sipil regional Nabatieh juga tewas dan satu lainnya terluka ketika serangan Israel menghantam mereka saat mengevakuasi korban luka dari serangan sebelumnya di Nabatieh.

Seorang warga sipil muda turut tewas dalam serangan tersebut. NNA juga melaporkan jet tempur Israel melancarkan 11 serangan udara di Distrik Nabatieh.

Serangan menghantam wilayah antara Zawtar al-Sharqiya, Nabatieh al-Fawqa, Kfartebnit, Jebchit, Qsaybeh, Harouf, hingga Kota Nabatieh.

Pelanggaran Gencatan Senjata

Kota Jebchit sendiri menjadi sasaran lima serangan udara, sementara tiga serangan lainnya menghantam Kota Nabatieh. Serangan udara di Jebchit menewaskan tiga orang dan melukai empat lainnya.

Militer Lebanon juga menyebut seorang tentaranya tewas akibat serangan Israel di wilayah tersebut.

Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 2.840 orang, melukai lebih dari 8.690 lainnya, serta menyebabkan lebih dari 1,6 juta warga mengungsi.

Meski gencatan senjata diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei, militer Israel masih terus melancarkan serangan harian dan baku tembak dengan Hizbullah.

Israel juga masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk area yang telah dikuasai selama puluhan tahun maupun wilayah yang direbut dalam konflik 2023–2024.

Baca juga:  Israel Terus Bombardir Lebanon Selatan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)