Tim KontraS jelaskan alasan Andrie Yunus tolak kunjungan Oditur Militer di RSCM. Metro TV/Iqbal
Fokus Pemulihan, Andrie Yunus Tolak Kunjungan Oditur Militer di RSCM
Muhammad Iqbal Sidiq • 12 May 2026 16:46
Jakarta: Koordinator KontraS Andrie Yunus menolak kunjungan Tim Oditurat Militer II-07 Jakarta di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Alasannya untuk memenuhi hak medis pasien yang saat ini masih dalam fase pemulihan.
"Maksud dan tujuan untuk menjenguk itu ditolak sama Andrie, menimbang juga kondisi medisnya dan situasinya pasca-operasi ini belum stabil. Hak medis ini juga ada hak untuk dirawat dengan tenang, yang justru diterabas oleh pihak militer," kata Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.
Dimas menyatakan bahwa Andrie secara sadar tidak berkenan dijenguk oleh pihak militer. Penolakan ini murni untuk memenuhi hak medis pasien agar bisa menjalani perawatan dengan tenang.
Lebih lanjut, Dimas mengkritik keras langkah Oditur yang dinilai nir-empati dan tidak mematuhi tata tertib rumah sakit. Sebab kunjungan itu tak sesuai dengan surat yang diajukan ke tim dokter.
"Apabila ada pertemuan dengan tim dokter, pihak militer juga harusnya menekankan pada prosedur yang memang sudah ditetapkan oleh pihak rumah sakit, artinya harus bersurat dulu. Sementara tadi yang disampaikan oleh tim dokter, bersuratnya itu untuk menjenguk Andrie, bukan ketemu tim dokter," tegas Dimas menggarisbawahi pelanggaran protokol tersebut.
Keputusan menutup akses kunjungan ini selaras dengan tahapan pemulihan yang tengah dijalani korban. Berdasarkan rilis resmi dari pihak RSCM pada 12 Mei 2026, kondisi Andrie secara umum dinyatakan stabil usai menjalani operasi cangkok kulit tandur pada 7 Mei lalu, namun masih perlu pembatasan dalam aktivitasnya.
.jpeg)
Ilustrasi RSCM. Metro TV/Iqbal
Fokus penanganan saat ini berada pada tahap pemulihan. Terkait mata kanannya, progres medis menunjukkan hasil yang baik dengan struktur bola mata yang masih utuh dan tidak ada pelepasan saraf.
Dari aspek psikologis, kondisi Andrie juga dikonfirmasi berada dalam batas normal dan stabil tanpa gangguan bermakna. Atas pertimbangan medis tersebut, aktivitas pasien masih sangat dibatasi.