Rano Karno: Menuju 5 Abad, Jakarta Hidup Karena Tangguh

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menutup Jakarta Future Festival (JFF) 2026. Foto: Metrotvnews/Rifda Muthia Zahra.

Rano Karno: Menuju 5 Abad, Jakarta Hidup Karena Tangguh

Rifda Muthia Zahra • 7 June 2026 22:55

Jakarta: Menjelang perayaan lima abad Jakarta, Wakil Gubernur DKI Rano Karno menegaskan bahwa status kota global harus menempatkan masyarakat sebagai pemilik utamanya. Pemprov DKI berkomitmen menyerap seluruh aspirasi publik demi mewujudkan kota yang tangguh dan inklusif.

Hal itu disampaikan Rano Karno saat menutup Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Minggu, 7 Juni 2026. Adapun tema besar JFF tahun ini menunjukan kemampuan beradaptasi yang membuat Jakarta tetap hidup dan berkembang menghadapi berbagai tantangan.

"Temanya adalah menavigasi resiliensi atau mengalahkan tentang ketangguhan. Jakarta ini hidup karena dia tangguh, menjadi benang merahnya dari kegiatan ini," kata Rano. 
 

Momentum JFF 2026 ini juga diarahkan sebagai ajang refleksi kolektif menyambut usia Jakarta yang ke-500 pada 22 Juni tahun depan. Rano pun menginstruksikan jajarannya agar perayaan sejarah lima abad tersebut murni menjadi panggung milik warga.

"Agenda ini mengajak kita untuk merefleksikan identitas, karakter, dan posisi strategis Jakarta menjelang usia yang ke-500 tahun. Kegiatan ini bukan kegiatan pejabat, tapi kegiatan warga," tegas Rano. 

Rano mengatakan, antusiasme publik terhadap forum strategis ini sangat masif. Adapun JFF 2026 berhasil menyedot perhatian lebih dari 80.000 pengunjung serta menghadirkan 250 pembicara, termasuk 10 pakar dari panggung internasional dalam 52 sesi diskusi.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menutup Jakarta Future Festival (JFF) 2026. Foto: Metrotvnews/Rifda Muthia Zahra.

Momentum JFF 2026 juga diarahkan sebagai ajang refleksi kolektif menyambut usia Jakarta yang ke-500 pada 22 Juni tahun depan. Rano menginstruksikan jajarannya agar perayaan sejarah lima abad tersebut murni menjadi panggung milik warga, bukan acara formalitas pemerintah. 

"Festival ini bukan pertemuan biasa, tapi menjadi wadah memberikan gagasan. Kita banyak mendengar masukan-masukan, dan nanti akan kita kolaborasikan untuk dalam pembangunan selanjutnya," kata Rano. 

(Gabriella Thesa Widiari)