Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Foto: Metro TV/Alvi.
Rano Karno Minta Titik Rawan Jalan Ambles di Jakarta Segera Didata
Mohamad Farhan Zhuhri • 4 June 2026 11:28
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyatakan tidak menutup kemungkinan peristiwa jalan ambles kembali terjadi di sejumlah wilayah Ibu Kota. Banyak infrastruktur bawah tanah yang sudah berusia puluhan tahun dan berpotensi mengalami kerusakan seiring usia pemakaian.
Pernyataan itu disampaikan Rano saat meninjau lokasi perbaikan jalan ambles di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ia mengungkapkan struktur besi jenis armco yang ditemukan di lokasi diketahui sudah berumur lebih dari tiga dekade.
“Saya tidak memungkiri di Jakarta akan terjadi lagi (jalan ambles) karena banyak sekali armco-armco di Jakarta juga pada kondisi yang sama, sudah lama, tua. Pasti keropos kalau besi,” kata Rano dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 4 Juni 2026.
DKI 2 itu meminta jajarannya segera melakukan inventarisasi terhadap titik-titik infrastruktur yang berpotensi menimbulkan kejadian serupa. Sehingga, langkah antisipasi bisa segera dilakukan.
Politikus PDI Perjuangan itu menuturkan persoalan infrastruktur tua bukan hanya terjadi pada saluran drainase, tetapi juga jaringan utilitas bawah tanah lainnya. Seperti, perpipaan air bersih yang telah beroperasi selama puluhan hingga ratusan tahun.
“Bahkan kalau dari PAM Jaya saya pernah dikasih tahu, ada pipa air kita yang sudah 100 tahun tidak berganti. Jadi artinya memang ada banyak infrastruktur lama yang harus menjadi perhatian,” sebut Rano.

Kondisi jalan ambles di Lenteng Agung, Jaksel. Foto: Antara.
Menurut Rano, proses pendataan titik rawan masih terus dilakukan. Untuk jaringan perpipaan milik PAM Jaya, pemerintah relatif lebih mudah melakukan pemetaan karena jalurnya telah terdokumentasi dengan baik. Namun, inventarisasi untuk sejumlah infrastruktur lain masih berlangsung.
“Kita masih inventarisasi. Sebetulnya kalau mau tahu memang banyaknya di PAM karena ada mapping jalur-jalurnya. Tapi kalau yang ini memang kita masih inventarisasi,” ujar Rano.
Pemprov DKI berharap pendataan tersebut dapat menjadi dasar percepatan perbaikan infrastruktur tua di Jakarta, sekaligus mencegah terulangnya kejadian jalan ambles yang berpotensi mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas Ibu Kota.