Polisi: Kantor WO Marwah di Cakung Sudah Tutup

Suasana pernikahan tanpa dekorasi dan makanan diduga menjadi korban penipu oleh Wedding Organizer (WO) di Bekasi. Foto: ANTARA/Instagram/@meislvy.

Polisi: Kantor WO Marwah di Cakung Sudah Tutup

Fachri Audhia Hafiez • 25 May 2026 16:36

Jakarta: Polres Metro Jakarta Timur mengungkapkan bahwa kantor penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) bernama Marwah di kawasan Jakarta Garden City (JGC), Cakung, kini sudah tutup. Kantor tersebut digeledah usai mencuatnya dugaan kasus penipuan yang menyebabkan pesta pernikahan korbannya di Bekasi batal digelar.

"Anggota kami telah melakukan pengecekan terhadap kantor dari WO Marwah ini yang berada di JGC. Namun, hasil pengecekan kami bahwa terhadap kantor tersebut saat ini sudah tutup," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKP Bayu Kurniawan, di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 25 Mei 2026.
 


Meski pelaku diduga telah melarikan diri dan menutup operasional kantornya, Bayu memastikan pihaknya terus bergerak mendalami laporan tersebut. Laporan resmi telah diterima kepolisian dari sepasang kekasih yang menjadi korban langsung dari komoditas jasa pernikahan bodong ini.

"Bisa kami sampaikan bahwa kemarin, Minggu (24/5), Polres Metro Jakarta Timur menerima laporan polisi dari korban atas nama Feni Indah Fitria dan Renaldi Zulfi selaku korban, terkait adanya dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan oleh WO Marwah," jelas Bayu.

Penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan penyelidikan awal di tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi untuk memperkuat konstruksi hukum kasus ini.

"Kami telah melakukan klarifikasi terhadap korban dan satu orang saksi yang merupakan adik daripada saudari Feni," ujar Bayu.


Pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) yang menjadi korban dugaan penipuan penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) yang berkantor di kawasan Jakarta Timur. Antara/Siti Nurhaliza

Hingga saat ini, total sudah ada tiga orang saksi yang dimintai keterangan resmi oleh tim penyidik. Polisi terus mengumpulkan bukti-bukti digital maupun berkas transaksi guna melacak keberadaan pengelola WO nakal tersebut.

Berdasarkan laporan polisi yang dilayangkan oleh korban, total kerugian materiil akibat dugaan penipuan oleh WO Marwah ini mencapai Rp84 juta. Kasus ini sempat viral di media sosial setelah video kekecewaan calon pengantin yang batal menikah akibat ditipu pihak WO beredar luas di Instagram.

Sebelumnya, pihak kepolisian juga telah mengimbau masyarakat atau korban-korban lain yang merasa dirugikan oleh WO yang sama untuk segera melapor guna mempermudah proses penindakan hukum.

"Silakan lapor. Calon pengantin yang ada di video Instagram itu rencana baru hari ini mau datang, dilaporkan, kantor WO-nya di Cakung," kata Bayu menegaskan kembali komitmen Korps Bhayangkara dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

(Fachri Audhia Hafiez)