Hadapi Kemarau Panjang, Distan Lebak Perkuat Peringatan Dini

Petani Kabupaten Lebak, Banten melakukan percepatan tanam guna menghindari musim kemarau yang diprediksi BMKG pada Juni 2026. ANTARA/Mansur

Hadapi Kemarau Panjang, Distan Lebak Perkuat Peringatan Dini

Lukman Diah Sari • 28 May 2026 21:18

Lebak: Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, melakukan pemetaan areal persawahan rawan kekeringan menyusul prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi kemarau panjang pada 2026. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, saat ini pihaknya melakukan penguatan sistem peringatan dini.

"Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi awal kepada petani agar mereka dapat mempersiapkan diri lebih awal dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan dampak dari kemarau panjang dengan melakukan berbagai kegiatan," jelas dia di Lebak, Kamis, 28 Mei 2026, melansir Antara.

Dia menyebut bahwa petani didorong untuk beralih ke benih unggul yang tahan terhadap kekeringan, seperti benih varietas Situ Bendit. Varietas ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian dan bisa menghasilkan produksi pangan yang optimal di musim kemarau.

Selain itu, optimalisasi pengelolaan air juga digalakkan melalui irigasi dan pompanisasi agar ketersediaan air untuk pertanian dapat lebih terjamin Begitu juga memetakan titik areal persawahan yang rawan kekeringan saat kemarau, serta mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah sentra pertanian.

"Kami melakukan optimalisasi infrastruktur pertanian dengan memperbaiki jaringan irigasi, pemanfaatan embung, dan jaringan irigasi pompa di sejumlah sentra pertanian," jelas dia.

Ilustrasi - Kekeringan. (ANTARA/Raisan Al Farisi/dok)

Rahmat mengatakan, pihaknya menargetkan penanaman padi seluas 17.000 hektare pada Mei 2026. Berdasarkan pemetaan, areal persawahan yang rawan kekeringan di Kabupaten Lebak akibat tidak memiliki jaringan irigasi di sejumlah kecamatan.

Namun, pihaknya tetap mengoptimalkan penggunaan jaringan irigasi pompanisasi yang mengambil sumber air dari daerah aliran sungai maupun embung.

"Kami meyakini dengan melakukan peringatan dini ini dapat diantisipasi musim kemarau agar tetap menghasilkan produksi pangan," kata Rahmat. 

(Lukman Diah Sari)