Sebuah sesi sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat. (Anadolu Agency)
Prancis dan Israel Berdebat Sengit di DK PBB soal Keselamatan Personel UNIFIL
Willy Haryono • 1 April 2026 16:52
New York: Ketegangan terjadi dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) setelah Prancis dan Israel saling beradu pernyataan terkait keselamatan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.
Perdebatan mencuat menyusul insiden yang melibatkan kontingen Prancis dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah Naqoura.
Perwakilan tetap Prancis untuk PBB, Jerome Bonnafont, menuduh militer Israel melakukan tindakan agresif terhadap personel Prancis.
Ia menyatakan pasukan Israel mengarahkan senjata kepada Kepala Staf UNIFIL Jenderal Paul Sanzey dan ajudannya saat kembali dari Beirut.
“Tentara Israel menunjukkan perilaku agresif, intimidasi, dan ancaman terhadap keselamatan personel,” ujar Bonnafont dalam sidang tersebut, seperti dikutip Viory, Rabu, 1 April 2026.
Prancis juga menilai tindakan tersebut terjadi meski prosedur dekonflik telah dipatuhi oleh pihaknya.
Menanggapi tuduhan tersebut, Perwakilan Israel untuk PBB Danny Danon menilai Prancis bersikap tidak seimbang dalam menyikapi situasi di kawasan. Ia menuduh Prancis terlalu lunak terhadap Iran namun bersikap keras terhadap Israel.
Bonnafont membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa Prancis berfokus pada upaya deeskalasi serta menjaga kedaulatan Lebanon. Ia juga menekankan pentingnya semua pihak menghormati integritas wilayah Lebanon.
Ketegangan ini terjadi setelah tiga penjaga perdamaian PBB tewas dalam dua insiden terpisah di Lebanon selatan dalam beberapa hari terakhir.
Seorang prajurit Indonesia tewas akibat serangan proyektil, sementara dua lainnya meninggal akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan PBB di dekat Bani Hayyan.
PBB saat ini tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Israel menuduh Hizbullah sebagai pelaku, sementara kelompok tersebut belum memberikan tanggapan. (Keysa Qanita)
Baca juga: Hikmahanto: Klaim Israel soal Penyebab Gugurnya Prajurit TNI Sangat Prematur