Ilustrasi - Kekeringan. (ANTARA/Raisan Al Farisi/dok)
Cegah Puso dan Gagal Panen, Pemkab Bekasi Lakukan Mitigasi Kekeringan
Lukman Diah Sari • 15 June 2026 21:59
Kabupaten Bekasi: Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melakukan mitigasi kekeringan pada lahan pertanian sebagai langkah antisipasi untuk mencegah puso yang dapat mengakibatkan gagal panen. Selain itu, mitigasi sekaligus menjaga produksi pangan di tengah musim kemarau.
"Meski belum ada laporan kekeringan maupun puso namun upaya mitigasi harus terus diperkuat sebagai upaya pencegahan," kata Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Dodo Hadi Triwardoyo di Cikarang, Senin, 15 Juni 2026, melansir Antara.
Ia mengatakan mitigasi dini yang dilakukan mencakup pemetaan wilayah berpotensi mengalami kekeringan untuk menjaga produksi pertanian, sekaligus meminimalisasi dampak musim kemarau terhadap keberlangsungan kehidupan ekonomi para petani.
"Kami petakan wilayah rawan kekeringan terutama di Kecamatan Tambelang, Sukatani, Cabangbungin, Sukawangi dan Sukakarya," jelas dia.

Aktivitas petani penggarap di wilayah Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (15/6/2026). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Upaya mitigasi dilanjutkan dengan pendataan alat dan mesin pertanian atau alsintan khususnya pompa air sebagai bagian dari strategi menghadapi kemungkinan penurunan pasokan air irigasi.
Pihaknya juga menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT) II, Kementerian Pertanian, Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat serta kelompok tani guna memastikan ketersediaan maupun distribusi air bagi lahan pertanian.
"Hasil koordinasi ditindaklanjuti dengan perbaikan saluran irigasi, penguatan tanggul serta pengaturan distribusi air agar kebutuhan petani tetap terpenuhi selama musim kemarau," ujar dia.
Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi turut mendorong para petani terutama di wilayah rawan kekeringan untuk menggunakan varietas padi yang lebih tahan terhadap kondisi kekurangan air.
Langkah antisipasi lain meliputi penyesuaian jadwal tanam sesuai prakiraan iklim setempat agar tidak bertepatan dengan puncak musim kemarau, identifikasi sumber-sumber air potensial, pendataan sumur dan pompa air hingga mobilisasi sarana pompanisasi ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Pihaknya juga mendorong normalisasi dan perbaikan saluran irigasi serta pembangunan jaringan perpipaan kepada instansi terkait untuk mengalirkan air dari sumber terdekat ke lahan pertanian.
"Kami juga mengimbau petani untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko gagal panen akibat bencana alam maupun perubahan iklim," ujar dia.
Dodo berharap melalui berbagai langkah tersebut, produktivitas pertanian dapat terus terjaga dan ketahanan pangan daerah bisa dipertahankan di tengah potensi dampak musim kemarau tahun ini.
Produksi padi di Kabupaten Bekasi pada 2025 tercatat sebesar 500.188,91 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau melampaui target awal yang ditetapkan oleh dinas pertanian setempat sebesar 500.000 ton. Kabupaten Bekasi menjadi salah satu lumbung padi dan penopang ketahanan pangan utama di Provinsi Jawa Barat.