Petugas saat menyiapkan air untuk menangani kebakaran di Gunung Ciremai, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). ANTARA/HO-BPBD Kuningan.
Titik Api dan Kepulan Asap Kembali Muncul di TN Gunung Ciremai
Silvana Febiari • 11 September 2026 23:44
Kuningan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bersama tim gabungan menangani titik api yang kembali muncul di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Tim juga melakukan penanganan terhadap kepulan asap di lokasi tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana mengatakan penanganan dilakukan di Blok Jalan Maling arah Erpah, wilayah Resor Pasawahan SPTN Wilayah I Kuningan, yang berdekatan dengan area kebakaran pada Senin, 7 September 2026.
"Lokasinya di Jalan Maling ke arah Erpah. Saat ini masih dalam proses penanganan, baik asap ataupun titik api," kata Indra, dilansir dari Antara, Jumat, 11 September 2026.
Kebakaran kembali terpantau sekitar pukul 14.30 WIB saat tim memantau area yang sebelumnya terbakar. Titik api diduga berasal dari sisa bara yang belum padam dan menyambar lahan kering di sekitar lokasi.
Tim gabungan saat ini melakukan pemadaman secara estafet. Pemadaman melibatkan BPBD Kuningan, TNI, Polri, TNGC, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Mitra TNGC.
Tim BPBD bersama unsur lainnya memasang tandon air untuk mendukung pemadaman. Tandon tersebut digunakan sebagai penampungan dan suplai air ke titik yang masih mengeluarkan asap atau api.
"Melalui percobaan untuk disemprot dengan estafet memasang tandon air, tim BPBD, tim TNI-Polri dari TNGC," ujar Indra.
Ia mengatakan luas area yang kembali terbakar tersebut masih dalam pendataan. Tim di lapangan memprioritaskan penanganan titik api dan kepulan asap.
Indra mengatakan pemantauan menjadi bagian penting setelah proses pemadaman. Tujuannya memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala di kawasan tersebut.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar saat meninjau kondisi karhutla di kawasan Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (9/9/2026). ANTARA/HO-Pemkab Kuningan
Pemantauan dilakukan menggunakan drone. Tim juga memeriksa langsung titik yang masih mengeluarkan kepulan asap.
"Mungkin pasca yang kemarin karena kan tidak bisa, makanya perlunya pemantauan, baik areal ataupun drone, termasuk juga manual konvensional langsung ke titik yang diindikasikan masih ada kepulan asap," ungkapnya.
Indra menambahkan, tim TNGC bersama unsur gabungan kembali menemukan kepulan asap saat pemantauan. Lokasi tersebut langsung ditangani untuk mencegah api kembali meluas.
"Jadi TNGC beserta tim juga pemantauan tadi, mungkin terpantau ada titik kepulan asap yang perlu untuk penanganan," ujarnya.