Rusia Buka Peluang Perundingan Trilateral Perang Ukraina, UEA Siap Jadi Tuan Rumah

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Anadolu Agency)

Rusia Buka Peluang Perundingan Trilateral Perang Ukraina, UEA Siap Jadi Tuan Rumah

Willy Haryono • 13 September 2026 17:41

Moskow: Pemerintah Rusia berharap putaran baru perundingan trilateral mengenai perang Ukraina dapat digelar di masa mendatang, di mana pembahasan mengenai pertemuan semacam itu telah dilakukan dalam sejumlah kontak diplomatik.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan opsi pertemuan trilateral dengan Ukraina dan Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kontak terakhir antara pihak-pihak terkait.

“Kami berharap pertemuan itu akan berlangsung dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dalam hal ini, kami memiliki pandangan yang sama dengan utusan AS, Jared Kushner,” kata Peskov dalam wawancara dengan harian Izvestia, Minggu, 13 September 2026.

Peskov mengatakan saat ini belum terdapat proposal baru yang diajukan dalam proses perundingan. Namun, menurut dia, justru pencarian opsi baru menjadi tujuan utama pertemuan trilateral tersebut.

“Tidak ada proposal baru saat ini. Namun, justru itulah tujuan pertemuan trilateral, yakni mencari beberapa opsi baru,” ujarnya.

UEA Siap Jadi Tuan Rumah

Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan kesiapannya kembali menyediakan tempat untuk perundingan mengenai Ukraina.

Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin Yury Ushakov mengatakan Putra Mahkota Abu Dhabi Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan telah mengonfirmasi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa UEA siap menjadi lokasi perundingan.

“Putra Mahkota Abu Dhabi mengonfirmasi bahwa pihak Emirat siap menyediakan tempat, seperti yang telah dilakukan sebelumnya,” kata Ushakov.

Pernyataan tersebut membuka kemungkinan Abu Dhabi kembali digunakan sebagai lokasi pertemuan diplomatik terkait konflik Ukraina.

Kremlin Beri Peringatan soal Pasukan Eropa

Peskov juga menanggapi pernyataan Putin sebelumnya mengenai kemungkinan pengerahan pasukan Eropa ke Ukraina bagian barat.

Putin sebelumnya mengatakan pengerahan pasukan Eropa ke wilayah tersebut akan dianggap sebagai perang dengan Rusia. Menurut Peskov, pernyataan itu merupakan peringatan umum mengenai konsekuensi dari keputusan yang dapat diambil negara-negara Eropa.

Ia mengatakan Putin berbicara mengenai sejumlah kesalahan yang telah maupun berpotensi dilakukan negara-negara Eropa dan mendorong mereka mempertimbangkan alternatif politik.

Sementara terkait seruan Polandia agar NATO meningkatkan latihan militer di sekitar eksklave Rusia Kaliningrad, Peskov mengatakan Moskow telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan wilayah tersebut.

Peskov mengatakan aktivitas militer NATO di kawasan itu merupakan sesuatu yang jelas bagi Rusia.

“Karena itu, kami mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan wilayah penting Rusia tersebut,” katanya.

Menteri Luar Negeri Polandia Radek Sikorskiy sebelumnya menyerukan peningkatan latihan NATO di dekat perbatasan dengan wilayah Kaliningrad.

Utusan Trump Temui Putin dan Zelensky

Perkembangan diplomatik tersebut terjadi setelah utusan Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, melakukan kunjungan ke Moskow dan Kyiv pekan lalu.

Witkoff dan Kushner bertemu dengan Putin di Moskow pada 5 September. Kremlin menggambarkan pertemuan tersebut sebagai pembicaraan yang substantif, konstruktif, dan bermanfaat.

Sehari kemudian, kedua utusan AS tersebut melanjutkan perjalanan ke Kyiv dan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Para utusan AS menyebut pembicaraan dengan kedua pihak juga berlangsung substantif. Mereka menyatakan harapan agar proses perdamaian kembali memperoleh momentum.

Pernyataan Kremlin mengenai kemungkinan perundingan trilateral menjadi perkembangan terbaru dalam upaya menghidupkan kembali jalur diplomasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Namun hingga kini, belum ada rincian mengenai tanggal, format, maupun agenda spesifik pertemuan trilateral yang diharapkan Moskow tersebut.

Bca juga: Intelijen Ukraina Klaim Rusia Bisa Lanjutkan Perang hingga 2028

(Willy Haryono)