Intelijen Ukraina Klaim Rusia Bisa Lanjutkan Perang hingga 2028

Kerusakan akibat serangan Rusia di wilayah Ukraina. (Anadolu Agency)

Intelijen Ukraina Klaim Rusia Bisa Lanjutkan Perang hingga 2028

Willy Haryono • 13 September 2026 12:48

Kyiv: Kepala Direktorat Utama Intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina (GUR), Oleh Ivashchenko, memperkirakan bahwa Rusia masih memiliki sumber daya untuk melanjutkan perang melawan Ukraina setidaknya hingga 2028, meski kondisi ekonominya saat ini jauh lebih lemah dibandingkan 2022. 

Mengutip UAWire, Minggu, 13 September 2026, Ivashchenko mengatakan Rusia masih mampu mempertahankan operasi militernya terhadap Ukraina setidaknya hingga 2028.

Ia mengidentifikasi sejumlah tantangan utama ekonomi Rusia, yakni kekurangan tenaga kerja, defisit anggaran yang terus membesar, serta memburuknya kondisi sektor perbankan. 

Namun, Ivashchenko menegaskan Rusia masih memiliki sumber daya yang cukup untuk terus melanjutkan perang.

“Kami tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa sumber daya tersebut dapat bertahan hingga 2027 atau bahkan 2028,” ujarnya.

Ivashchenko menambahkan bahwa Ukraina dan negara-negara mitranya perlu fokus untuk menghambat kemampuan Rusia menggunakan sumber daya tersebut untuk keperluan perang. Menurut dia, sanksi yang dijatuhkan harus benar-benar efektif.

Ivashchenko mengatakan GUR mengetahui negara-negara yang memasok Rusia dengan komponen elektronik, mesin, dan bahan kimia khusus yang penting bagi industrinya.

Ia juga menyebut semakin banyak perusahaan perantara yang kini memasok barang dan teknologi ke Rusia, yang kemudian digunakan oleh militer Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Kyrylo Budanov, mengatakan skenario paling realistis untuk mengakhiri perang adalah menghentikan pertempuran di sepanjang garis depan saat ini ketika kesepakatan tercapai, dengan Ukraina mendapatkan jaminan keamanan.

Budanov menegaskan bahwa jika Rusia terus melancarkan aksi militer, Ukraina akan meningkatkan serangan ke wilayah Rusia. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Trump Desak Rusia Segera Akhiri Perang Ukraina, Kremlin: Putin Setuju

(Willy Haryono)