Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)
Trump Desak Rusia Segera Akhiri Perang Ukraina, Kremlin: Putin Setuju
Willy Haryono • 9 September 2026 06:18
Moskow: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin segera mengakhiri perang di Ukraina dalam percakapan telepon pada Selasa kemarin, dan Kremlin mengatakan Putin mendukung pandangan tersebut.
Penasihat Kremlin Yuri Ushakov mengatakan percakapan kedua pemimpin berlangsung sekitar satu jam. Menurutnya, Trump menilai berakhirnya perang akan membuka jalan bagi pemulihan penuh hubungan AS dan Rusia.
"Donald Trump dengan jelas menekankan pentingnya mengakhiri konflik sesegera mungkin, yang akan segera membuka prospek, yang mengesankan dan luas, bagi pemulihan penuh hubungan antara AS dan Rusia," kata Ushakov kepada wartawan, dikutip dari France 24, Rabu, 9 September 2026.
Menurut Ushakov, Trump juga melihat berakhirnya konflik akan memberikan dampak besar terhadap hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara.
"Menurut pandangannya, hal ini akan memberikan dampak khusus terhadap hubungan perdagangan dan ekonomi, yang menjanjikan manfaat besar bagi kedua negara. Donald Trump ingin melihat terobosan dicapai selama masa kepresidenannya. Vladimir Vladimirovich Putin mendukung pendekatan ini," ujarnya.
Percakapan tersebut berlangsung setelah utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, melakukan kunjungan ke Moskow dan Kyiv pada akhir pekan dalam upaya menghidupkan kembali perundingan yang sebelumnya terhenti.
Kunjungan tersebut belum menghasilkan terobosan publik yang konkret. Namun, pembicaraan membuka kemungkinan dilanjutkannya pertemuan trilateral antara Rusia, Ukraina, dan AS.
Kremlin sebelumnya mengatakan tidak menutup kemungkinan pertemuan trilateral tersebut. Namun, isu tersebut tidak disebut dalam pernyataan resmi mengenai percakapan Trump dan Putin.
Ushakov mengatakan kedua pemimpin menilai positif diplomasi yang dilakukan Witkoff dan Kushner. Putin disebut menyampaikan kepada Trump pandangannya mengenai langkah yang dapat dilakukan AS untuk membantu mengakhiri konflik serta memberikan penilaian mengenai situasi di medan perang.
Ushakov juga mengatakan Putin dan Trump sepakat untuk melanjutkan pertukaran tahanan antara Rusia dan Ukraina. Keduanya juga sepakat tetap berkomunikasi dan dapat kembali berbicara melalui telepon jika diperlukan.
Rusia Bantah Punya Niat Menyerang Eropa
Dalam percakapan tersebut, Putin juga menyampaikan bahwa Rusia tidak memiliki niat bermusuhan terhadap Eropa. Ushakov mengatakan Putin menolak berbagai tuduhan dari sejumlah politisi Eropa yang menyebut Rusia memiliki rencana agresi terhadap negara-negara Eropa."Ditekankan bahwa kami sama sekali tidak memiliki rencana agresif terhadap Eropa," kata Ushakov.
Ia menuding narasi mengenai ancaman Rusia digunakan sebagai alasan bagi negara-negara Eropa untuk meningkatkan dukungan terhadap Ukraina sekaligus memperbesar belanja militernya.
Sementara itu, perang Rusia-Ukraina masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Kedua pihak tetap berjauhan dalam sejumlah isu utama terkait penyelesaian konflik, termasuk persoalan wilayah.
Rusia disebut masih berupaya menguasai seluruh wilayah Donetsk di Ukraina timur, sementara Kyiv menegaskan akan terus mempertahankan wilayah tersebut.
Upaya diplomatik terbaru berlangsung ketika serangan Rusia terhadap Kyiv kembali meningkat setelah jeda tiga hari yang sebelumnya dikaitkan dengan kunjungan utusan Trump.
Dengan demikian, meski Trump dan Putin kembali membahas upaya mengakhiri perang, belum terdapat kesepakatan konkret yang menunjukkan bahwa konflik Ukraina akan segera berakhir.
Baca juga: Zelensky Sebut AS Berupaya Cegah Eskalasi Perang Rusia-Ukraina di Musim Dingin