Jakarta Islamic School raih gold medal di WDF Korea 2026, dok: ist
Tampilkan Tari Saman, Siswi JISc Raih Gold Medal di Festival Tari Dunia 2026
Putri Purnama Sari • 20 August 2026 16:10
Jakarta: Kabar membanggakan datang dari para siswi Jakarta Islamic School (JISc). Sebanyak 28 penari dan dua pemusik yang mewakili Indonesia berhasil meraih Gold Medalist atau juara pertama kategori Folklore Formation dalam ajang World Dance Festival (WDF) 2026 di Seoul, Korea Selatan.
World Dance Festival 2026 digelar pada 15 Agustus 2026 di COEX Auditorium, Seoul. Ajang tersebut diikuti peserta dari 14 negara, yakni Indonesia, Korea Selatan, Tiongkok, Malaysia, Taiwan, Mongolia, Singapura, Filipina, Hong Kong, India, Qatar, Rusia, Thailand, dan Nigeria.
Penyelenggara utama WDF 2026 adalah Korea Dance Organization (KDO) dan Asia Dance Culture Organization (ADCO). Pelaksanaan festival juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Seoul melalui Festival Light On 815 yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan WDF 2026.
Kompetisi tersebut diikuti sekitar 214 tim dengan lebih dari 800 penari yang tampil pada babak final. Selain mengikuti kompetisi, tim JISc yang membawa Tari Saman juga mendapat kesempatan tampil dalam Gala Show bersama para penari dari berbagai negara.
JISc Ikuti Kompetisi Melalui Seleksi

Jakarta Islamic School raih gold medal di WDF Korea 2026, Dok Istimewa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Jakarta Islamic School, Asih Nugroho, mengatakan JISc mengikuti World Dance Festival 2026 melalui proses seleksi.
Tim yang dikirim ke Korea Selatan terdiri dari 28 penari dan dua pemusik. Mereka tampil dalam kategori Folklore Formation dengan membawakan Tari Saman atau Ratoh Jaroe sebagai representasi budaya Indonesia.
"JISc mengikuti kompetisi melalui seleksi," ujar Asih kepada Metrotvnews.com, Kamis, 20 Agustus 2026.
Keikutsertaan JISc dalam ajang internasional tersebut juga bukan pertama kalinya, para siswi sekolah sudah sering berkompetisi dan meraih prestasi di bidang seni tari karena JISc memiliki ekstrakurikuler Saman atau Ratoh Jaroe yang selama ini aktif mengikuti berbagai perlombaan di dalam negeri. Tim tersebut bahkan pernah meraih juara pertama dan membawa pulang piala bergilir Gubernur Aceh.
Latihan Intensif Selama Lima Bulan
Para siswi JISc menjalani persiapan khusus untuk menghadapi kompetisi internasional di Korea Selatan. Selain mengikuti latihan rutin ekstrakurikuler, para penari menjalani latihan intensif tambahan satu kali dalam sepekan. Persiapan tersebut dilakukan selama sekitar lima bulan sejak Maret 2026.
Latihan tidak hanya menjadi persiapan untuk menghadapi kompetisi, tetapi juga menjadi proses untuk memperkuat kekompakan tim. Hal tersebut penting mengingat Tari Saman membutuhkan koordinasi gerakan, ketepatan tempo, konsentrasi, serta kerja sama antarpemain.
Hasilnya, kerja keras para siswi terbayar dengan keberhasilan meraih Gold Medalist pada kategori Folklore Formation dan membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
Tampil di World Culture and Art Festival

Jakarta Islamic School raih gold medal di WDF Korea 2026, dok: ist
Tidak hanya tampil dalam World Dance Festival, JISc juga mendapat kesempatan memperkenalkan budaya Indonesia dalam acara lainnya.
Sehari sebelum kompetisi, tepatnya 14 Agustus 2026, JISc diundang Pemerintah Kota Seoul tampil dalam World Culture and Art Festival 2026 di KPop World Namsan, Seoul.
Kesempatan tersebut menjadi ruang bagi para siswi JISc memperkenalkan Tari Saman kepada masyarakat internasional sekaligus menunjukkan kekayaan budaya Indonesia.
Baca Juga :
Wakapolda Riau Hadiri Pembukaan Festival Pacu Jalur Kuansing 2026, Plt Gubernur Pesan Jaga Sungai
Jadi Duta Budaya Indonesia di Korea Selatan

Jakarta Islamic School raih gold medal di WDF Korea 2026, dok: ist
Asih mengatakan kemenangan tersebut memiliki makna penting bagi JISc dan para siswi. Menurutnya, prestasi itu menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membina karakter dan bakat siswa.
"Kemenangan ini membuktikan keberhasilan Jakarta Islamic School sebagai sekolah Islam modern yang tidak hanya mampu mengantarkan 98 persen siswanya masuk PTN, tetapi juga berhasil dalam membina karakter dan bakat siswi hingga mampu mengukir prestasi di kancah internasional," kata Asih.
Bagi para siswi, pencapaian tersebut juga memberikan pengalaman berharga. Mereka mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan rasa percaya diri, kedisiplinan, serta wawasan internasional.
Lebih dari itu, keberhasilan membawa pulang Gold Medal menjadi kebanggaan tersendiri karena mereka dapat berperan sebagai duta budaya Indonesia melalui Tari Saman.
"Secara keseluruhan, keberhasilan ini memperkuat reputasi global sekolah sekaligus mengharumkan nama Indonesia di mata dunia," tambahnya.
Prestasi para siswi JISc di Korea Selatan sekaligus menunjukkan bahwa budaya Indonesia dapat terus diperkenalkan dan diapresiasi di panggung internasional melalui generasi muda.