Pembukaan festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 2026. (Istimewa)
Wakapolda Riau Hadiri Pembukaan Festival Pacu Jalur Kuansing 2026, Plt Gubernur Pesan Jaga Sungai
Lukman Diah Sari • 19 August 2026 12:54
Teluk Kuantan: Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi menghadiri pembukaan Festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 2026 di Taman Jalur, Teluk Kuantan, Rabu, 19 Agustus 2026. Acara tersebut dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau, SF Hariyanto.
Festival Pacu Jalur tahun ini kembali menjadi momentum penting bagi Kuansing. Tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat Kuantan Singingi tersebut kini semakin dikenal luas hingga mendapat perhatian di tingkat internasional.
“Semakin besar nama Pacu Jalur, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menjaganya,” ujar SF Hariyanto dalam arahannya, Rabu, 19 Agustus 2026.
Ia menilai, pemerintah tidak boleh berhenti pada upaya memperkenalkan Pacu Jalur semata sebagai atraksi budaya. Perhelatan ini harus mampu memberikan dampak nyata terhadap masyarakat, mulai dari sektor pariwisata, ekonomi, hingga konektivitas wilayah.

Bripka Asril, Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik, Polres Kuantan Singingi, saat menjadi timbo ruang Jalur Endang Rumus dari Desa Banjar Guntung. (Dok. Istimewa)
Hariyanto mengatakan, dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan jalan nasional menuju kawasan Kuansing menjadi bagian penting dalam mendorong aksesibilitas daerah.
“Kita percaya, ketika konektivitas semakin baik, wisatawan semakin mudah datang, distribusi barang semakin lancar, investasi semakin terbuka, dan pada akhirnya roda perekonomian masyarakat akan semakin tumbuh,” katanya.
“Sungai Kuantan adalah gelanggang Pacu Jalur. Tetapi lebih dari itu, sungai ini adalah bagian dari kehidupan masyarakat. Sungai menjadi sumber penghidupan, sumber ekonomi, dan bagian penting dari identitas masyarakat Kuantan Singingi,” tegasnya.
SF Hariyanto turut mengapresiasi jajaran Polda Riau, Polres Kuansing, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang telah bersinergi menertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) demi menjaga kelestarian Sungai Kuantan. Ia menekankan, menjaga sungai adalah tanggung jawab bersama.
“Jangan sampai Pacu Jalurnya kita banggakan, tetapi sungai yang menjadi tempat berlangsungnya tradisi dan sumber kehidupan masyarakat justru kita biarkan rusak,” tambahnya.

Pembukaan festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 2026. (Istimewa)
Pembukaan festival pariwisata ikonik Riau ini turut dihadiri Danrem, Plt. Bupati Kuansing, jajaran Forkopimda, pejabat utama Polda Riau, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama, hingga para atlet. Rangkaian acara dibuka secara simbolis melalui pemukulan gong oleh SF Hariyanto dan dilanjutkan dengan pergelaran tari massal.
Kehadiran jajaran Polda Riau dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelestarian budaya lokal, pengembangan pariwisata, serta komitmen menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
Sebagai informasi, Festival Pacu Jalur Tradisional Kuansing dijadwalkan berlangsung hingga 23 Agustus 2026 dan diharapkan terus menjadi magnet bagi wisatawan untuk menyaksikan langsung tradisi kebanggaan masyarakat tersebut.