Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Makin Tertekan

Ilustrasi, eksplorasi migas lepas pantai. Foto: Xinhua.

Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Makin Tertekan

Husen Miftahudin • 21 June 2026 11:34

Jakarta: Harga minyak dunia semakin tertekan di tengah keputusan Iran yang kembali menutup Selat Hormuz pada Sabtu waktu setempat, setelah Israel melancarkan serangan terbarunya di Lebanon.

Mengutip Barrons.com, Minggu, 21 Juni 2026, harga minyak mentah Brent sebagai patokan harga minyak internasional, turun sebesar USD6,76 atau 7,74 persen menjadi USD80,57 per barel. Ini menjadi penurunan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir pada 29 Mei 2026.

Sementara itu, harga minyak mentah Nymex untuk pengiriman Juli turun USD8,28 setara dengan 9,75 persen menjadi USD76,60 per barel. Perdagangan minyak mentah Nymex berakhir pada Jumat karena Juneteenth, hari libur federal.

Sepanjang tahun ini, harga minyak mentah Brent telah naik sebanyak USD19,72 atau 32,4 persen. Diketahui, sebelum perang, Selat Hormuz mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak global.
 

Baca juga: Trump: Tidak Ada Tarif Tol di Selat Hormuz, Kecuali AS Memberlakukannya


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Israel langgar kesepakatan


Sebelumnya Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran, mengumumkan pada Sabtu penutupan Selat Hormuz, dengan alasan pelanggaran AS terhadap nota kesepahaman perdamaian yang baru ditandatangani dan pelanggaran gencatan senjata Israel di Lebanon selatan.

Iran menilai serangan Israel ke Lebanon selatan telah melanggar komitmen yang menjadi bagian dari kesepahaman yang sebelumnya dicapai antara Teheran dan Washington.

Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangan Israel di Lebanon yang terjadi meski gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah telah diumumkan sebelumnya.

Namun, Komando Pusat Amerika Serikat (AS) membantah penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Militer AS memastikan jalur pelayaran internasional Selat Hormuz tersebut aman dan tetap terjaga.

"Sebanyak 55 kapal dagang melintas, mengangkut sejumlah besar kargo dan lebih dari 17 juta barel minyak ke pasar global. Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya," kata komando Militer AS dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Xinhua.

Pernyataan Komando Militer AS itu didukung Wakil Presiden AS JD Vance. Orang nomor dua di AS itu mengatakan, Amerika Serikat tidak melihat bukti apa pun terkait klaim Iran yang menutup Selat Hormuz.

(Husen Miftahudin)