Harga Bahan Pokok di Lombok Utara Stabil Selama Ramadan

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal turun blusukan ke pasar tradisional di Kabupaten Lombok Utara, Rabu, 25 Februari 2026. (ANTARA/Pemprov NTB).

Harga Bahan Pokok di Lombok Utara Stabil Selama Ramadan

Silvana Febiari • 26 February 2026 00:39

Lombok Utara: Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, turun langsung ke pasar tradisional di Lombok Utara. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan bahan pokok selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

"Setelah kita kunjungi, walau cabai relatif di sini masih tinggi, di atas harga HET, tetapi relatif stabil di angka 100 ribu, ada yang 90 ribu," ujarnya di sela-sela mengunjungi pasar di Lombok Utara, dikutip dari Antara, Rabu, 25 Februari 2026. 

Lalu menegaskan kunjungannya bertujuan memastikan kondisi harga bahan pokok di pasar tetap stabil. Ia mengamati perkembangan harga selama bulan puasa dan mengantisipasi kemungkinan kenaikan menjelang Lebaran.
 


Sebagai intervensi harga selain melakukan sidak harga bersama tim Satgas Pangan, Pemprov NTB juga melaksanakan pasar murah di sejumlah titik lokasi di kabupaten/kota.

"Yang jelas kita juga bikinkan pasar murah untuk intervensi pasar, barang-barang yang memang dari Bulog, itu ada beras, minyak kemudian ada gula. Kita jual dengan harga standar supaya bisa ikut mempengaruhi pasar," jelas Miq Iqbal sapaan karib Gubernur NTB.

Lebih lanjut, ia mengatakan salah satu penyebab fluktuasi harga bahan pokok, terutama cabai adalah kondisi cuaca. Cuaca membuat permintaan menjadi lebih tinggi dibandingkan produksi.

"Kondisi cuaca juga berpengaruh, demand-nya lebih tinggi daripada suplai yang jelas ada kelangkaan sehingga harga naik," ungkap Miq Iqbal.


Ilustrasi bahan pokok. Foto: MI.


Direktur Penganeka Ragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Rinna Syawal, mengatakan perbedaan harga terjadi karena perbedaan pasokan. Saat pasokan cukup, distribusi ke pedagang menjadi lebih merata.

Selain perbedaan pasokan, panjangnya rantai distribusi juga memengaruhi harga, seperti di Lombok Tengah. "Cabai yang diproduksi di Lombok Tengah ternyata tidak langsung ke pasar, tapi dijual dulu ke Lombok Timur, Lombok Timur balik lagi ke Lombok Tengah, sehingga harganya lebih tinggi," jelasnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)