Pelayanan calon jemaah haji lansia. Foto: MCH 2026/MI/Akmal
Skema Khusus Diterapkan untuk Lindungi Calon Jemaah Haji Lansia
Akmal Fauzi • 5 May 2026 15:11
Jakarta: Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengintensifkan pelayanan bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas, demi menjamin kelancaran serta keamanan ibadah di Tanah Suci. Pola pendampingan disiapkan, mulai dari pengaturan jadwal umrah wajib hingga visitasi rutin di pemondokan.
Kepala Sektor 7 PPIH Daerah Kerja (Daker) Mekah, Ronald Paul Sinyal, menjelaskan pihaknya menerapkan skema keberangkatan khusus menuju Masjidil Haram dalam menjalankan umrah wajib. Jemaah dengan kondisi fisik prima diberangkatkan lebih awal menggunakan bus shalawat, disusul kemudian oleh rombongan lansia.
"Jemaah yang sehat diberangkatkan lebih dahulu agar setelah selesai, mereka bisa kembali dan ikut membantu pendampingan bagi jemaah lansia di pemberangkatan berikutnya," ujar Ronald di Mekah, Selasa, 5 Mei 2026.
Secara teknis, jika calon jemaah haji tiba di Mekah pada siang hari, jemaah sehat akan melaksanakan umrah wajib pada malam hari. Sementara itu, jemaah lansia dan disabilitas baru akan diberangkatkan keesokan paginya guna menjaga stabilitas fisik. Selama proses tersebut, Tim Lansia dan Disabilitas (Landis) disiagakan untuk memberikan pendampingan.
Di Sektor 7 wilayah Misfalah saja, terdapat 4.515 jemaah lansia yang tersebar di 17 hotel. Ronald menegaskan komitmen petugas untuk memenuhi segala kebutuhan jemaah secara maksimal tanpa membeda-bedakan kondisi fisik.
Tak hanya pendampingan ibadah, tim kesehatan dan petugas Landis juga melakukan visitasi tiga kali sehari. Layanan ini mencakup bantuan personal seperti memandikan jemaah yang kesulitan, membantu menyuapi makanan, hingga pemeriksaan kesehatan rutin. Bahkan, petugas turut memfasilitasi komunikasi jemaah dengan keluarga di Tanah Air melalui panggilan video atau telepon.
Di sisi lain, faktor cuaca menjadi tantangan serius. Kepala Seksi Tim Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH) Daker Makkah, dr. Ridwan Siswanto, mengungkapkan suhu udara di Arab Saudi beberapa hari terakhir telah menyentuh angka 40 derajat Celsius.

Pelayanan calon jemaah haji lansia. Foto: MCH 2026/MI/Akmal
Ia menyarankan jemaah lansia membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama pada siang hari. Jika ingin ke Masjidil Haram, sebaiknya dilakukan setelah Subuh atau menjelang Magrib saat suhu lebih rendah.
Sebagai langkah mitigasi agar jemaah tidak memaksakan diri keluar hotel, tim PKPPJH akan menggelar berbagai program di pemondokan, mulai dari senam lansia hingga tausiah singkat. Hal ini diharapkan dapat menjaga semangat ibadah jemaah tanpa mengabaikan aspek keselamatan fisik.