Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Foto: Metrotvnews.com/Husein.
KKP Rampungkan Survei Perairan Pantura untuk Pembangunan Tanggul Laut
Anggi Tondi Martaon • 16 January 2026 05:53
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) merampungkan survei Hidro-Oseanografi di Teluk Jakarta dan perairan Semarang. Hal itu sebagai langkah strategis untuk memperkuat perencanaan pembangunan tanggul laut di kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.
Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP Kartika Listriana menyampaikan survei yang dilaksanakan bersama Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) ini menjadi fondasi ilmiah bagi Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) dalam menyusun desain teknis perlindungan pesisir. Menurut dia, penyelesaian survei ini merupakan tonggak penting dalam upaya pemerintah mengatasi kerentanan pesisir Pantura terhadap banjir rob, erosi, dan penurunan muka tanah.
“Tantangan pembangunan wilayah pesisir semakin kompleks akibat perubahan iklim, kenaikan muka air laut, dan land subsidence yang terjadi cepat di berbagai kota besar,” ujar Kartika dikutip dari Antara, Jumat, 16 Desember 2026.
Tak hanya itu, KKP juga akan memanfaatkan hasil survei tersebut untuk penataan. Serta pengembangan kawasan pesisir dan kota-kota pesisir di pantura.
Kartika menegaskan bahwa Teluk Jakarta dan perairan Semarang merupakan dua kawasan dengan tingkat kerentanan tertinggi di Pantura. Oleh karena itu, intervensi berbasis data ilmiah disebut diperlukan untuk memastikan ketepatan desain infrastruktur dan meminimalkan risiko lingkungan maupun sosial.
Seluruh proses dilakukan mengikuti standar nasional dan internasional. Sehingga, menghasilkan data yang lengkap dan akurat.
.jpg)
Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan. Foto: Metrotvnews.com/Husein.
Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL Budi Purwanto menegaskan dukungan penuh TNI AL dalam penyediaan data untuk pembangunan tanggul laut sebagai bagian dari proyek strategis nasional.
Deputi I BOPPJ Sawarendro menyambut baik rampungnya survei tersebut. Menurut dia, langkah KKP dan Pushidrosal menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mengatasi persoalan kronis banjir rob dan memperkuat ketahanan wilayah pesisir.
“Ini kebutuhan mendesak yang berorientasi pada mitigasi risiko bencana sekaligus penguatan ketahanan wilayah pesisir,” ucap Sawarendro.