Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Metrotvnews.com/Aris Setya
Pramono Sebut Pembangunan PLTSa di Jakarta Dimulai Pertengahan 2026
Farhan Zhuhri • 10 February 2026 21:15
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap pembangunan sejumlah pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau intermediate treatment facility (ITF) di Jakarta yang akan dimulai pada pertengahan 2026. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah sekaligus transisi energi di Ibu Kota.
"Jakarta sekarang ini, hal yang berkaitan dengan pengolahan sampah, sebentar lagi akan ada beberapa (pembangkit listrik tenaga sampah). Mudah-mudahan kita akan bisa start, mudah-mudahan di pertengahan tahun ini," kata Pramono di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Selasa, 10 Februari 2026.
Dia menyebut Jakarta telah memiliki lahan untuk membangun ITF di Sunter, Jakarta Utara, dan akan kembali dilanjutkan. Fasilitas serupa akan dibangun di sejumlah titik lain, yakni Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Menurut Pramono, pembangunan PLTSa tidak hanya ditujukan untuk mengurangi beban sampah Jakarta, tetapi diarahkan untuk mendukung pengurangan emisi.
Energi yang dihasilkan dari pengolahan sampah diharapkan dapat menggantikan pembangkit listrik berbasis batu bara, terutama yang memasok kebutuhan industri di sekitar Jakarta.
"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," tutur Pramono.
Baca Juga:
Pramono Optimalisasi Pengelolaan Sampah di RDF Rorotan |

Ilustrasi sampah Jakarta. Metrotvnews.com/Christian
Sebelumnya, Pramono mengakui adanya ancaman kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang penuh dalam beberapa tahun ke depan. Bantargebang selama ini menjadi tumpuan utama pengelolaan sampah Jakarta, dengan akumulasi sampah yang disebut telah mencapai puluhan juta ton.
Jika tidak ada perubahan signifikan dalam sistem pengolahan, TPST yang berada di wilayah Bekasi itu diproyeksikan tak lagi mampu menampung sampah Ibu Kota.
Oleh karena itu, pemerintah akan menjalankan proyek PLTSa sebagai langkah utama untuk mengurangi beban timbunan sampah yang dihasilkan di Jakarta.
Pramono mengaku Jakarta membutuhkan setidaknya empat PLTSa untuk menyelesaikan persoalan sampah Jakarta yang kian menumpuk. Merespons kondisi itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan Pemprov DKI tengah merencanakan pembangunan dua PLTSa di Jakarta.
"Sesuai dengan pembicaraan dengan Danantara pada waktu itu, dengan Pak Rosan secara langsung, akan ada dua pembangkit listrik tenaga sampah," ujar dia.
Pramono berharap keberadaan PLTSa dapat mengurangi timbunan sampah yang sudah menggunung di Bantargebang secara bertahap. Saat ini, stok sampah di lokasi tersebut disebut mencapai sekitar 55 juta ton.
"Mudah-mudahan 55 juta ton yang sekarang stok ada di Bantargebang secara signifikan pelan-pelan akan turun. Itu yang akan kami lakukan," ujar Pramono.