Forkopimda Jatim bersama sejumlah ormas, pemuda, dan mahasiswa menggelar 'Deklarasi Surabaya 2026'. (Dokumentasi/ Istimewa)
Kapolda Jatim Pastikan Situasi Aman Jelang HUT ke-81 RI
Silvana Febiari • 3 August 2026 15:11
Surabaya: Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur (Jatim) bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas), pemuda, dan mahasiswa menggelar “Deklarasi Surabaya 2026”. Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama menjaga Jatim tetap aman, damai, dan kondusif.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto mengapresiasi seluruh elemen masyarakat Jatim yang bersama-sama menjaga Kamtibmas. Ia menegaskan informasi terkait potensi kerusuhan menjelang HUT ke-81 RI pada 17 Agustus tidak benar, serta memastikan situasi Jatim aman dan terkendali.
“Saya sampaikn secara terbuka bahwa fakta di lapangan tidak ada indikasi yang membenarkan itu. Tidak ada ancaman. Jawa Timur aman dan terkendali,” kata Nanang dalam sambutannya di Resto Nine, Surabaya, Senin, 3 Agustus 2026.
Baca Juga :
Dia juga mengimbau seluruh pimpinan organisasi dapat menyelenggarakan setiap kegiatannya secara tertib dan demokratis. “Saya mengajak seluruh pimpinan organisasi untuk selalu menyelengarakan kegiatan secara tertib dan demokratis,” imbaunya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan menjaga persatuan tidak cukup hanya di ruang fisik, tetapi juga ruang digital. Jatim merupakan daerah dengan akses digital yang lebih tinggi dari nasional, yaitu 83,41 persen.
“Jadi menjaga persatuan hari ini tentu tidak cukup hanya di ruang fisik. Tapi ternyata desiminasi ini sangat penting kita lakukan di ruang digital,” ungkap Khofifah.
Khofifah mengatakan perbedaan harus bisa dikelola dengan baik sehingga tidak menyebabkan terjadinya permusuhan. “Perbedaan pendapat iya, tapi perbedaan pendapat jangan sampai berubah menjadi permusuhan. Kita ini sudah terbiasa membangun tepo seliro, gotong royong,” ujarnya.
Kegiatan ini dirangkai dengan acara Dialog Kebangsaan bertema, “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital”.
Hadir dalam acara tersebut di antaranya Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kepala Bakesbangpol Jatim Eddy Supriyanto, Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf, Ketua FKUB Jawa Timur, A. Hamid Syarif.
Kemudian, hadir pula Ketua Ketua MUI Jawa Timur, Ketua PSHT 16, Ketua PSHT 17, Ketua Pemuda Pancasila, Perwakilan GP Ansor, Kelompok Maluku Satu Rasa (M1R), Kelompok Aliansi Madura Indonesia, Kelompok Organisasi Cipayung Plus, BEM Nusantara hingga perwakilan berbagai organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan lainnya.

Forkopimda Jatim bersama sejumlah ormas, pemuda, dan mahasiswa menggelar 'Deklarasi Surabaya 2026'. (Dokumentasi/ Istimewa)
Dalam agenda tersebut, pembacaan deklarasi dipimpin Ketua FKUB Jawa Timur A. Hamid Syarif dan diikuti seluruh peserta yang hadir. Berikut isi deklarasinya:
Satu, menjadikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan utama bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dua, menghormati segala perbedaan sebagai kekayaan bangsa yang luhur.
Tiga, mengamalkan etika bermedia dengan menyebarkan informasi yang benar dan bertanggung jawab.
Empat, menolak tegas: hoaks, ujaran kebencian, radikalisme, dan segala bentuk perpecahan.
Lima, menyelesaikan setiap perbedaan dengan dialog dan musyawarah.
Enam, memperkuat gotong royong dan kearifan lokal sebagai perekat persatuan.
“Kami berkomitmen menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa demi Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera,” tutup Hamid.
Pembacaan deklarasi dilanjutkan dengan penandatangan Pakta Kesepahaman dan Komitmen Bersama yang secara simbolis dilakukan oleh Kapolda Jawa Timur, Gubernur Jawa Timur, Pangdam Brawijaya, Ketua PSHT 16, Ketua PSHT 17, dan Ketua Maluku Satu Rasa (M1R).