Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Angkat Isu Sampah Jadi Agenda Prioritas

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA. Foto: Istimewa.

Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Angkat Isu Sampah Jadi Agenda Prioritas

Anggi Tondi Martaon • 22 July 2026 21:15

Banyuwangi: Indonesia memimpin pembahasan strategis pengembangan kota cerdas dalam The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting. Dalam forum tersebut, Indonesia mengangkat isu pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai agenda prioritas kawasan ASEAN.

Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, menyampaikan, Indonesia memperkenalkan pendekatan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir melalui penguatan partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumber. Pendekatan tersebut dilakukan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dipadukan dengan percepatan pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WTE) di berbagai daerah.

Pendekatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi regional dalam mewujudkan kota yang lebih bersih, tangguh, dan rendah emisi, kata Safrizal melalui keterangan tertulis, Rabu, 22 Juli 2026.

Sebagai tindak lanjut, Safrizal mengundang seluruh anggota ASCN menghadiri Indonesia International Smart City Expo and Forum (IISMEX) 2026. Kegiatan tersebut akan digelar di Jakarta pada 11-13 Agustus 2026. 

Safrizal mengatakan, dalam rangkaian acara tersebut juga akan diselenggarakan Waste-to-Energy Forum. Kegiatan tersebut wadah berbagi pengalaman, membangun kemitraan, hingga membahas pembiayaan proyek pengelolaan sampah perkotaan.

Safrizal menegaskan pembangunan kota cerdas tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi. Namin, juga memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Safrizal menyampaikan perkembangan 18 proyek Smart City yang dijalankan enam kota anggota ASCN Indonesia dalam (ASCN) Annual Meeting. Yakni DKI Jakarta, Banyuwangi, Makassar, Sumedang, Semarang, dan Denpasar.

Berdasarkan ASCN Monitoring and Evaluation Report 2025, kontribusi Indonesia mencapai sekitar 13,4 persen dari total 134 proyek ASCN di kawasan ASEAN, ungkap Safrizal.
class=big_center
Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal, mengikuti penyelenggaraan The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting secara daring. Foto: Istimewa.

Menurutnya, berbagai proyek tersebut meliputi digitalisasi pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, mobilitas perkotaan, pelayanan kesehatan berbasis teknologi, hingga pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Safrizal memperkenalkan Kota Semarang dan Kota Denpasar sebagai anggota baru ASCN. Dengan demikian, jumlah kota Indonesia dalam jaringan ASEAN Smart Cities Network bertambah menjadi enam.

Penambahan anggota tersebut dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan ASEAN terhadap komitmen Indonesia dalam mengembangkan kota cerdas. Sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pemerintah daerah menjalin kerja sama internasional, mengakses inovasi, dan mengembangkan proyek pembangunan perkotaan berkelanjutan. 

(Anggi Tondi)