Jeffrey Epstein dan Mantan Presiden AS, Bill Clinton menggunakan batik. (Dok. DoJ)
Jeffrey Epstein Habiskan Ratusan Juta Rupiah untuk Beli Koleksi Seni Indonesia
Riza Aslam Khaeron • 5 February 2026 16:12
Jakarta: Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis lebih dari tiga juta halaman arsip pada 30 Januari 2026. Rilis ini merupakan bagian dari undang-undang yang mewajibkan transparansi terhadap seluruh catatan terkait dirinya.
Berdasarkan sejumlah arsip yang dipublikasikan, Epstein tampak memiliki ketertarikan besar terhadap seni dan furnitur buatan Indonesia, khususnya dari Bali.
Salah satu temuan mencolok berasal dari arsip berkode EFTA00521318. Arsip ini menunjukkan bahwa Epstein, melalui perusahaan LSJE, LLC, melakukan pembelian sejumlah karya seni dan furnitur khas Indonesia. Salah satu transaksi mencatat adanya transfer lebih dari USD5.000 (sekitar Rp84.194.500 tahun 2026) kepada seorang pengrajin di Bali.

Foto seni dari bali yang di beli Epstein. (Dok. DoJ)
Barang-barang yang dibeli meliputi patung kayu besar, furnitur rotan, dan kerajinan tangan lainnya. Seluruh barang dikirim dari Surabaya ke St. Thomas, Amerika Serikat.
Catatan pengiriman memuat detail seperti volume muatan, tarif pengapalan, dan komunikasi antara perwakilan LSJE dengan para vendor Indonesia. Dalam rangkaian korespondensi, nama Karyna Shuliak tercatat sebagai penerima barang.
| Baca Juga: Profil Jeffrey Epstein, Pelaku Kejahatan Seksual Anak yang Hebohkan Amerika |
Transaksi lain dalam arsip tersebut mencakup pembelian patung senilai Rp13,5 juta, set furnitur seharga Rp25 juta, dan meja rotan seharga Rp6 juta. Sebagian dibayar penuh dalam dolar AS, sebagian lagi menggunakan sistem uang muka dan pelunasan sebelum pengiriman.

Foto seni dari bali yang di beli Epstein. (Dok. DoJ)
Perusahaan LSJE, LLC merupakan bagian dari jaringan entitas bisnis milik Epstein. Nama ini muncul dalam berbagai proses hukum, termasuk gugatan terhadap JPMorgan Chase dan penyelidikan di pengadilan Kepulauan Virgin AS. Perusahaan LLC kerap disebut sebagai perusahaan cangkang milik Epstein untuk urusan pribadi.
Epstein dikenal sebagai pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur, pemerkosa berantai, dan pelaku perdagangan manusia—kasus yang mengguncang Amerika Serikat dan menarik perhatian dunia. Sebelum penangkapannya pada 6 Juli 2019, Epstein merupakan seorang financier ternama asal Amerika Serikat.
Menurut Forbes, kekayaannya diperkirakan mencapai USD578 juta. Portofolionya mencakup properti-properti mewah, dua pulau pribadi di Karibia, serta dana tunai dan investasi lain sebagaimana tercantum dalam dokumen harta warisannya.
Setelah ditangkap, ia kemudian ditemukan tewas di sel tahanannya di Metropolitan Correctional Center, New York, pada 10 Agustus 2019. Kematian yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri itu memicu kontroversi global serta spekulasi mengenai kemungkinan penutupan fakta atau kelalaian sistemik dalam pengawasan tahanan.