Harga Emas Berpeluang Rebound, Investor Diingatkan Tetap Waspada

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Berpeluang Rebound, Investor Diingatkan Tetap Waspada

Eko Nordiansyah • 14 July 2026 11:27

Jakarta: Harga emas diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026, meski peluang terjadinya penguatan jangka pendek mulai terlihat. Berdasarkan analisis terbaru dari analis Dupoin Futures Geraldo Kofit, tren utama emas masih berada dalam fase bearish.

"Namun, munculnya respons beli di area support memberikan sinyal harga berpotensi mengalami technical rebound sebelum kembali menentukan arah pergerakan selanjutnya," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut analisis Dupoin Futures, pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan dominasi seller. Struktur penurunan yang terbentuk dalam beberapa sesi terakhir belum sepenuhnya selesai, sehingga peluang pelemahan lanjutan masih terbuka.

"Meski demikian, harga baru saja tertahan di area support minor pada level USD3.982, yang memicu munculnya tekanan beli dan membentuk swing low pada time frame yang lebih kecil," ujar dia.

Geraldo menjelaskan, terbentuknya swing low tersebut menjadi indikasi awal bahwa buyer mulai memberikan respons terhadap pelemahan harga yang terjadi sebelumnya. Reaksi tersebut membuka peluang terjadinya secondary trend, yaitu fase koreksi naik yang umumnya muncul di tengah tren turun yang masih berlangsung.

"Walaupun demikian, Dupoin Futures mengingatkan peluang kenaikan ini masih bersifat sementara selama belum ada sinyal yang mengonfirmasi perubahan tren secara menyeluruh," ungkap Geraldo.

Selama area support USD3.982 tetap mampu bertahan dari tekanan jual, Dupoin Futures memperkirakan harga emas memiliki peluang untuk bergerak naik menguji area resistance terdekat di kisaran USD4.039 hingga USD4.063. Zona tersebut dipandang sebagai level penting karena berpotensi menjadi area munculnya kembali tekanan jual.

"Apabila seller kembali mendominasi di sekitar resistance tersebut, maka tren bearish utama diperkirakan akan berlanjut," kata dia.

Faktor teknikal emas masih belum berubah

Dari sisi teknikal, Dupoin Futures menilai struktur pasar masih belum berubah secara signifikan. Walaupun peluang rebound mulai terlihat, arah utama pergerakan masih cenderung turun. Oleh sebab itu, kenaikan yang terjadi dalam waktu dekat lebih tepat dipandang sebagai koreksi teknikal dibandingkan awal dari tren bullish baru.

Menurut Dupoin Futures, pelaku pasar perlu mencermati pergerakan harga ketika mendekati area resistance USD4.039-USD4.063. Jika harga gagal menembus zona tersebut dan kembali membentuk sinyal penolakan (rejection), maka peluang seller untuk kembali mengambil alih pasar akan semakin besar.

"Sebaliknya, jika terjadi breakout yang didukung volume transaksi yang kuat, peluang pergerakan yang lebih positif dapat mulai terbuka meskipun masih membutuhkan konfirmasi lanjutan," ujar Geraldo.
 
(Ilustrasi emas. Foto: Dok Bappebti)

Selain faktor teknikal, Dupoin Futures juga menilai bahwa sentimen fundamental masih menjadi faktor utama yang membatasi ruang kenaikan harga emas. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga pada level yang relatif tinggi masih menjadi tekanan bagi logam mulia.

Ia mengungkapkan, bank sentral Amerika Serikat saat ini masih berupaya mengendalikan inflasi yang dinilai belum kembali ke target sekitar dua persen, sehingga kebijakan moneter yang ketat diperkirakan belum akan berubah dalam waktu dekat.

Menurut Dupoin Futures, suku bunga tinggi membuat aset berbasis dolar AS menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian investor lebih memilih menempatkan dana pada instrumen berimbal hasil sehingga permintaan terhadap emas menjadi lebih terbatas.

Meski demikian, Dupoin Futures melihat adanya peluang munculnya aksi buy on dip setelah harga mengalami pelemahan cukup tajam hingga mendekati area support 3.982. Dalam kondisi seperti ini, sebagian pelaku pasar biasanya mulai memanfaatkan harga yang lebih rendah untuk melakukan akumulasi jangka pendek.

"Aksi tersebut berpotensi menjadi katalis yang mendorong terjadinya technical rebound dalam beberapa sesi perdagangan," jelas dia.

Ketidakpastian geopolitik pengaruhi emas


Selain itu, faktor eksternal seperti ketidakpastian geopolitik masih berpotensi menjaga minat investor terhadap aset safe haven. Walaupun kenaikan harga minyak dunia dapat meningkatkan tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi, kondisi geopolitik yang belum sepenuhnya stabil tetap dapat menjadi penopang bagi harga emas.

Dupoin Futures juga mengingatkan investor untuk terus memperhatikan sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, termasuk data inflasi, pergerakan US Treasury Yield, indeks dolar AS, serta pernyataan para pejabat Federal Reserve. Faktor-faktor tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama apakah technical rebound yang sedang terbentuk mampu berlanjut atau justru kembali digantikan oleh tekanan jual.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai prospek emas dalam jangka pendek masih didominasi tren bearish. Namun, keberhasilan harga bertahan di area support USD3.982 membuka peluang terjadinya penguatan sementara menuju area resistance USD4.039 hingga USD4.063.

"Selama belum terjadi perubahan signifikan pada prospek kebijakan moneter Amerika Serikat maupun pelemahan dolar AS, Dupoin Futures memandang setiap kenaikan masih cenderung merupakan fase koreksi sebelum pasar kembali menentukan arah tren utamanya," ungkap dia.

(Eko Nordiansyah)